Matakita.co, Sidrap — Upaya pencegahan perundungan sejak usia dini terus diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying bertema “Teman Baik, Sekolah Aman” yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ainun Misbahun Nisa, mahasiswa Universitas Hasanuddin Fakultas Hukum, Program Studi Hukum Administrasi Negara, yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 di Kelurahan Lajonga. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari program kerja bidang pendidikan dan sosial dengan tujuan menumbuhkan kesadaran anti-bullying sejak dini.
Sosialisasi dilaksanakan dalam dua tahap, menyesuaikan jenjang usia peserta. Pada pelaksanaan pertama, Senin, 12 Januari 2026, kegiatan diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI. Materi disampaikan secara sederhana namun mendalam, mencakup pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak negatif yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan dan mekanisme pelaporan di lingkungan sekolah.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Pada sesi tanya jawab, sejumlah siswa dengan berani menyampaikan pengalaman pribadi sebagai korban perundungan. Bahkan, salah seorang siswa tampak meneteskan air mata saat menceritakan rasa sakit dan kesedihan akibat perlakuan tidak menyenangkan dari teman sebaya. Momen tersebut menjadi pengingat pentingnya menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk berbicara dan didengarkan.
Sementara itu, sosialisasi tahap kedua yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, menyasar siswa kelas I, II, dan III. Metode penyampaian disesuaikan dengan usia peserta, antara lain melalui cerita sederhana, tepuk anti-bullying, serta ajakan untuk saling menyayangi dan menghormati teman. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif menjawab pertanyaan yang diajukan.
Ainun Misbahun Nisa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial anak di lingkungan sekolah.
“Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum, saya ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa bullying adalah perbuatan yang tidak boleh dilakukan. Saya berharap melalui sosialisasi ini, siswa berani berbicara, saling menghargai, dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Melalui kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying “Teman Baik, Sekolah Aman” ini, diharapkan SD Negeri 1 Wette’e dapat menjadi lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan, sekaligus mampu membentuk karakter siswa yang peduli, berani, dan saling menghormati sejak usia dini.






































