Matakita.co, Pangkep — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, terus berkomitmen menghadirkan menu makanan yang variatif dan bergizi bagi ribuan siswa setiap pekan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kejenuhan sekaligus memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sesuai standar nasional.
Kepala SPPG Mappasaile, Evi Irviyanti, mengatakan variasi menu dirancang secara sengaja dan berbeda setiap hari agar siswa tetap antusias menikmati makanan yang disajikan.
“Setiap pekan kami menyusun menu yang berbeda-beda agar anak-anak tidak bosan. Misalnya pada hari Senin kami menyajikan ayam khungfau yang dilengkapi sayur dan tahu. Ini merupakan olahan ayam yang cukup variatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada hari Selasa menu yang dihadirkan berupa telur bumbu rendang lengkap dengan sayur dan tahu goreng. Olahan ini dipilih sebagai bentuk kreativitas dapur agar menu berbahan dasar telur tetap menarik bagi siswa.
“Rendang biasanya identik dengan daging, tetapi kami olah dengan telur. Ini dilakukan agar siswa tidak jenuh dengan menu telur yang itu-itu saja,” jelasnya.
Untuk pekan ini, SPPG Mappasaile menyusun menu secara tematik dan kreatif. Pada hari Senin, selain ayam khungfau, siswa juga mendapatkan sayur sawi putih jagung serta orek tahu. Ayam khungfau dipilih karena merupakan menu yang relatif baru, dengan olahan kacang yang dimasak bersama ayam dan terinspirasi dari tradisi kuliner Jepang.
Sementara itu, pada hari Rabu, menu yang disajikan adalah udang krispi yang dilengkapi sayur dan tempe goreng. Menu sayur yang dihadirkan pun dibuat berbeda, yakni buncis saus Sichuan.
“Kami memberi penekanan pada olahan sayur yang kreatif, seperti buncis Sichuan. Harapannya anak-anak lebih bersemangat mengonsumsi sayur,” ungkap Evi.
Pada hari Kamis, menu yang semula dijadwalkan berupa dimsum ayam harus disesuaikan dengan kondisi tertentu dan diganti menjadi ayam goreng yang dipaketkan bersama kentang goreng.
“Menu ini disesuaikan dengan porsi usia, yakni porsi kecil untuk anak TK hingga SD kelas III, serta porsi lebih besar untuk jenjang di atasnya,” katanya.
Adapun pada hari Jumat, SPPG Mappasaile menyajikan menu khas lokal berupa Coto Makassar. Sedangkan pada hari Sabtu, siswa mendapatkan menu kering yang terdiri atas buah, susu, dan roti.
Ahli gizi SPPG Mappasaile, Nur Amaliah, menjelaskan bahwa seluruh menu disusun dengan variasi seimbang, baik dari sisi lauk maupun sumber karbohidrat.
“Kami menggunakan sumber karbohidrat yang beragam, seperti nasi putih, ketupat, hingga kentang. Seluruh menu disusun dan didistribusikan sesuai standar gizi dari Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, khusus menu kentang goreng yang disajikan untuk anak TK, PAUD, serta siswa SD kelas I hingga III, porsi dan kandungan gizinya telah disesuaikan dengan kebutuhan kelompok usia tersebut. Menu ini terdiri atas kentang goreng, ayam goreng lalapan, saus asam manis kacang, garnish selada dan timun, serta buah pisang raja.
Berdasarkan hasil perhitungan gizi, menu tersebut mengandung energi sebesar 337,3 kilokalori, protein 15,09 gram, lemak 23,34 gram, karbohidrat 23,92 gram, serta serat pangan 3,7 gram.
Dengan penyajian menu yang variatif dan terstandar, SPPG Mappasaile berharap program pemenuhan gizi bagi siswa dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan serta semangat belajar anak-anak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.







































