Beranda Kampus Setelah Sukardi Weda, Giliran Arifin Manggau Antar Sesama Calon Rektor UNM Mendaftar

Setelah Sukardi Weda, Giliran Arifin Manggau Antar Sesama Calon Rektor UNM Mendaftar

0
Wakil Rektor III UNM, Dr. Arifin Manggau (ujung kiri)

Matakita.co, Makassar — Fenomena bakal calon rektor saling mengantar saat pendaftaran kembali mewarnai Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031. Setelah Prof. Sukardi Weda mendampingi Prof. Suwardi Annas, kini giliran Wakil Rektor III UNM, Dr. Arifin Manggau, mengantar sesama kandidat mendaftarkan diri.

Arifin Manggau mendampingi mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk UNESCO, Prof. Ismunandar, saat mendaftar sebagai bakal calon rektor UNM di Gedung Pinisi, Makassar, Jumat (9/10/2026).

Menariknya, Arifin bukan sekadar akademisi yang hadir mendampingi. Ia juga merupakan bakal calon rektor UNM yang telah lebih dahulu mendaftarkan diri dalam kontestasi tersebut.

Kehadiran Arifin melanjutkan fenomena serupa yang sebelumnya dilakukan Sukardi Weda ketika mengantar Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM, Suwardi Annas, mendaftar pada Rabu (7/10/2026).

Padahal, Sukardi dan Suwardi sama-sama merupakan bakal calon rektor yang akan bersaing dalam pemilihan mendatang.

Arifin menjelaskan, kehadirannya mendampingi Ismunandar merupakan bagian dari semangat kebersamaan yang selama ini diusungnya melalui slogan “Sama-Samaki”.

“Karena saya diajak, saya datang mendampingi. Tagline saya kan ‘Sama-Samaki’. Jadi, siapa pun yang mengajak saya untuk bersama-sama memperbaiki UNM, maka saya akan datang,” ujar Arifin sebagaimana diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (9/10/2026).

Sikap serupa sebelumnya diperlihatkan Sukardi Weda. Ia mengaku menerima ajakan mendampingi Suwardi karena hubungan kolegial yang telah terbangun selama bertahun-tahun di lingkungan UNM.

“Saya menyambut gembira ajakan itu. Prof. Dr. Suwardi Annas juga kolega saya yang cukup lama bersama dalam suka duka pengabdian di UNM, baik sebagai dosen maupun sebagai bagian dari pimpinan UNM,” kata Sukardi sebagaimana diberitakan Kabar Satu.

Menurut Sukardi, pemilihan rektor seharusnya tidak menghilangkan hubungan persaudaraan dan kebersamaan antarakademisi.

Fenomena saling mengantar ini bahkan telah terlihat sebelumnya. Suwardi Annas juga diberitakan ikut mendampingi Prof. Eko Hadi Sujiono ketika mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor UNM.

Dengan demikian, sedikitnya terdapat tiga peristiwa sesama bakal calon rektor saling mendampingi saat pendaftaran, yakni Suwardi mengantar Eko, Sukardi mengantar Suwardi, dan Arifin mengantar Ismunandar.

Ismunandar Jadi Pendaftar Ketujuh

Ismunandar merupakan Guru Besar Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pernah menjabat Duta Besar RI untuk UNESCO. Ia tercatat sebagai pendaftar ketujuh dalam kontestasi pemilihan rektor UNM.

Kehadirannya menambah daftar figur yang akan bersaing memperebutkan jabatan pimpinan tertinggi universitas tersebut.

Meski demikian, kehadiran sesama kandidat dalam proses pendaftaran tidak serta-merta menunjukkan adanya dukungan suara ataupun kesepakatan politik antarbakal calon.

Fenomena ini justru memperlihatkan sisi lain kontestasi kepemimpinan perguruan tinggi. Persaingan gagasan dan visi mengenai masa depan UNM berlangsung bersamaan dengan hubungan kolegial yang tetap terjaga.

Setelah Sukardi Weda, kini Arifin Manggau memperlihatkan bahwa sesama kandidat dapat hadir mendampingi satu sama lain, meskipun nantinya akan berhadapan dalam pemilihan rektor.

Di tengah dinamika pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031, tradisi saling menghormati antarkandidat menjadi bagian menarik dari proses demokrasi akademik di kampus tersebut.

Facebook Comments Box