MataKita.co, Enrekang – Pelatihan Tahsin Tilawah Ustadz/ Ustadzah Taman Kanak-kanak Pendidikan Al-Qur’an (TKA/TPA) se Kecamatan Se Desa Buntu Barana, Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang digelar hari ini. Kegiatan tersebut dilatar belakangi oleh kualitas bacaan al-Qur’an guru-guru mengaji banyak yang masih kurang sehingga perlu ditingkatkan, belum adanya koordinasi antara unit TPA satu dengan lainnya, untuk menyamakan kurikulum pendidikan TPA se-Desa Buntu Barana, memberikan motifasi terhadap guru-guru TPA dalam membina genarasi yang Qur’ani, Kegiatan tersebut Dilaksanakan pada hari selama dua hari dimulai pada hari Sabtu dan Ahad Tanggal 25-26 Januari 2020 baru-baru ini di Gedung Aula MI Muhammadiyah Buntu Barana. Senin (28/01/2020).
Kehgiatan Tersebut diikuti Sebanyak 60 orang Peserta yang terdiri dari 6 unit TPA di Desa Buntu Barana, Ibu-ibu Dasawisma, beserta guru-guru MI Muhammadiyah Buntu Barana. Hadir dalam acara pembukaan, Ketua PDM Muhammadiyah Enrekang, Kepala Kantor Kemenag Kab. Enrekang, Kepala KUA Desa. Curio, Kepala Desa. Buntu Barana, dan Tokoh-tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan Fadila selaku Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curio, yang membuka acara pelatihan menyampaikan dalam pidatonya bahwa ini adalah terobosan baru di Kec. Curio, belum pernah sebelumnya dilaksanakan kegiatan pelatihan guru-guru mengaji seperti ini.
“Keutamaan-keutamaan orang yang memilih jalan hidupnya sebagai pengajar al-Qur’an. Diamanahi sebagai MOT (Master of Training) Ust. Muh. Husain menyatakan bahwa Kegiatan yang dilaksanakan oleh aparat desa buntu barana ini, perlu dicontoh oleh desa-desa lain di Kabupaten Enrekang, dimana Kabupaten Enrekang dikenal sebagai masyarakat yang religius,” ungkapnya. Selasa (28/01/2020).
Dirinya juga menyampaikan bahwa, “Pelatihan tahsin tlawah tingkat dasar ini diharapkan peserta bisa mengucapkan 29 huruf hijaiyah dengan baik dan benar ; baik dalam keadaan fathah, kasrah, dan dhammah karena ini adalah kunci dasar dalam membaca dan mengajarkan al-Qur’an, gurunya salah, maka santrinya juga akan salah,” tukasnya.
Diketahuti Pemateri Pelatihan dari Tenaga Ahli Keagamaan Kab. Enrekang, Ust. Muh. Husain (Alumni Indonesian Alqur’an Center – Pelopor Pusat Pembinaan al-Qur’an dan Qiroah Bersanad), Ust. Muzakkir (Alumni Daurah Tajwid Bersanad di Makassar), Ust. Ilham, (Alumni Ma’had Al-Bir UNISMUH Makassar)
Kegiatan hari pertama adalah dengan Motifasi dan wawasan al-Qur’an, Metodologi Pengajaran TKA/ TPA, Makharijul Huruf dan sifat-sifatnya, serta konsistensi huruf, harakat dan rahang tebal maupun tipis.
Kegiatan hari kedua, tajwid – hukum nun sukun dan tanwin, bedah Iqra 1 s/d 6 dan diakhiri ujian tahsin tilawah.
Sebagia peserta terbaik dalam pelatihan tersebut diraih oleh Aulia Nashir Azzahra (TPA Istiqamah Pebu), Nur Latifah Ismail (TPA Nurul Huda Rante Limbong), dan Nur Rahmi (TPA Al Ridwan Buntu Kalosi).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Pak. H. Takdir Arifin sebagai Kepala Desa Buntu Barana, dimana dalam salah satu visi misinya ingin menyeimbangkan antara aspek jasmani dan rohani. Dalam pidato penutupnya, beliau menyampaikan bahwa pelatihan ini barulah permulaan, insyaAllah akan dilaksanakan pelatihan-pelatihan lanjutan di waktu yang lain.
(Bang El)






































