Matakita.co, Bantaeng- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa Ecobriket dengan memanfaatkan sisa sekam padi di Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pada Selasa (20/1).
Program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN-T Unhas dalam mendorong inovasi berbasis potensi lokal serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di wilayah pedesaan. Melalui pemanfaatan limbah sekam padi, mahasiswa KKN-T Unhas berupaya menghadirkan solusi alternatif berupa sumber energi ramah lingkungan yang bernilai guna serta dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Bonto-Bontoa.
Program tersebut mendapat sambutan positif dan antusias dari warga setempat. Salah seorang Anggota Kelompok Tani Rusli Faisal S.Pd., menyampaikan , “Setelah Program Kerja Budidaya Ikan dalam Ember (BUDIKDAMBER) yang telah disosialisasikan beberapa waktu lalu, Alhamdulillah adik-adik KKN Unhas Gelombang 115 kali ini kembali menghadirkan hal yang memberikan kebermanfaatan untuk Warga Desa Bonto-Bontoa yakni melalui Ecobriket dengan memanfaatkan sisa Sekam Padi. Kami menyambut dengan antusias KKN Gelombang yang sekarang karena lebih memberikan kemanfaatan dan berdampak bagi Warga Desa Bonto-Bontoa dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya.”
Tim KKN-T Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin berharap program Ecobriket ini tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Bonto-Bontoa. Melalui inovasi pemanfaatan limbah sekam padi ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi alternatif yang berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan warga desa. (**)






































