Matakita.co, Bantaeng- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan salah satu program kerja berupa sosialisasi dan pengenalan tempat sampah terpilah berbahan kayu di Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng Pada hari Senin dan Rabu, 19 dan 21 Januari 2026,. Kegiatan ini berfokus pada edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik sejak dini kepada siswa/siswi sekolah dasar.
Ahmad Haikal Arzal Menjelaskan bahwa Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesadaran memilah sampah di lingkungan sekolah serta belum tersedianya fasilitas tempat sampah terpisah. Melihat potensi sumber daya alam berupa kayu yang cukup melimpah di sekitar desa, mahasiswa KKN berinisiatif membuat tempat sampah terpilah berbahan kayu yang ramah lingkungan, kuat, dan mudah digunakan oleh anak-anak. jelasnya
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, cara memilah sampah yang benar, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga memperkenalkan langsung penggunaan tempat sampah terpilah agar siswa dapat mempraktikkan kebiasaan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari”. lanjut Haikal demikian sapaannya
Haikal kembali menjelaskan, Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini sekaligus memanfaatkan potensi lokal desa secara berkelanjutan. Tempat sampah terpilah berbahan kayu yang dihadirkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana kebersihan, tetapi juga sebagai media edukasi bagi siswa untuk membangun budaya disiplin dalam mengelola sampah.
Kemudian Haikal juga mengklaim bahwa kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari salah satu guru di sekolah dasar, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut dengan menyatakan bahwa “Program ini sangat bermanfaat karena mengajarkan anak-anak untuk peduli lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi kayu yang ada di desa.” Tentu saja Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa program kerja mahasiswa KKN dinilai memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah serta berpotensi menjadi contoh inovasi sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di masyarakat. pungkasnya (**)







































