Matakita.co, Sidrap- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa sosialisasi bertajuk “Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok sebagai Pestisida Nabati dalam Membasmi Hama pada Tanaman Hortikultura” yang dilaksanakan di Kantor Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin (26/01/2026).
Kegiatan ini menyasar masyarakat Desa Otting, khususnya warga yang berprofesi sebagai petani. Program kerja ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya penggunaan pestisida kimia dalam kegiatan pertanian yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah puntung rokok yang kerap menjadi sumber polusi lingkungan.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman petani mengenai alternatif pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah puntung rokok. Selain pemaparan materi, peserta juga memperkenalkan produk inovasi berupa pestisida nabati yang telah dikemas dalam botol sebagai contoh hasil pengolahan yang aplikatif dan mudah digunakan.
I Calla selaku penanggung jawab program kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi sederhana namun berdampak bagi petani. “Pemanfaatan limbah puntung rokok sebagai pestisida nabati ini diharapkan tidak hanya membantu petani dalam membasmi hama pada tanaman holtikultura, tetapi juga dapat mengurangi polusi lingkungan akibat limbah puntung rokok yang selama ini kurang dimanfaatkan,” ujarnya.
Kepala Desa Otting, Pallawagau, turut memberikan apresiasi atas inovasi yang diharapkan hadir oleh mahasiswa KKN. Menurutnya, program ini merupakan contoh nyata pemanfaatan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa. “Inovasi ini sangat positif karena tidak hanya membantu petani dalam mengendalikan hama tanaman, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah secara bijak dan ramah lingkungan. Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan oleh masyarakat Desa Otting,” tuturnya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Otting dapat memperoleh pengetahuan baru terkait pengelolaan limbah dan mulai mengembangkan inovasi sederhana berbasis potensi lokal, khususnya dalam mendukung sektor pertanian yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan. (**)






































