Beranda Kampus Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Meja Hias Disosialisasikan Mahasiswa KKN Unhas Kepada Masyarakat...

Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Meja Hias Disosialisasikan Mahasiswa KKN Unhas Kepada Masyarakat Desa Otting

0

Matakita.co, Sidrap- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Ecobrick: Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Meja Hias” di Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Rabu (05 Februari 2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja individu mahasiswa KKN-T yang berfokus pada upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Sosialisasi ini ditujukan kepada masyarakat Desa Otting sebagai bentuk edukasi mengenai pengolahan sampah plastik rumah tangga yang selama ini masih menjadi permasalahan lingkungan. Sampah plastik kerap dibuang sembarangan, dibakar, atau menumpuk di sekitar pemukiman karena dianggap tidak memiliki nilai guna. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna dan bernilai estetika.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep ecobrick sebagai salah satu solusi sederhana dalam pengelolaan sampah plastik. Ecobrick merupakan botol plastik bekas yang diisi padat dengan sampah plastik non-organik seperti bungkus makanan, kantong plastik, dan plastik kemasan lainnya hingga mengeras. Botol-botol ecobrick tersebut kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai produk, salah satunya meja hias yang fungsional dan ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menjelaskan tahapan pembuatan ecobrick mulai dari pemilahan sampah plastik, proses pengisian ke dalam botol, hingga gambaran penyusunan ecobrick menjadi meja hias. Penjelasan disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami, serta disertai dengan contoh ecobrick agar masyarakat dapat melihat secara langsung bentuk dan hasilnya.

Masyarakat Desa Otting mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Metode ecobrick dinilai mudah diterapkan, tidak membutuhkan peralatan khusus, dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing. Selain membantu mengurangi jumlah sampah plastik, kegiatan ini juga mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah barang bekas menjadi produk yang bermanfaat.

Melda Herdiana Tallo’ selaku pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Kami berharap ecobrick dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah plastik yang sederhana namun berdampak positif bagi lingkungan desa serta dapat diterapkan secara berkelanjutan,”

Melalui kegiatan sosialisasi ecobrick ini, diharapkan masyarakat Desa Otting dapat mulai menerapkan pengelolaan sampah plastik secara mandiri, mengurangi pencemaran lingkungan. papar Melda Herdiana Tallo (**)

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT