MataKita.co, Gorontalo – Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan untuk bergerak lebih cepat dan adaptif. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menghadirkan terobosan akademik melalui mata kuliah Artificial Intelligence in Mathematics.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMGO, Hikmahturrahman, M.Pd, saat diwawancarai di ruang prodi Matematika, Rabu (04/03/2026). Ia mengatakan meski tergolong prodi yang masih belia dengan usia dua tahun dan dua angkatan mahasiswa, langkah ini menunjukkan keberanian sekaligus visi jangka panjang.
Prodi Pendidikan Matematika UMGO kini menjadi satu-satunya di Gorontalo yang secara khusus memasukkan kajian kecerdasan buatan dalam kurikulum pembelajarannya.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mahir dalam konsep-konsep matematika, tetapi juga memahami bagaimana konsep tersebut berperan dalam membangun sistem kecerdasan buatan. Pendidikan harus relevan dengan perkembangan dunia,” ungkap kaprodi matematika.
Mata kuliah Artificial Intelligence in Mathematics dijadwalkan pada semester tiga. Sebelum memasuki pembahasan inti, mahasiswa lebih dahulu mendapatkan mata kuliah pengantar Artificial Intelligence pada semester awal. Skema bertahap ini dirancang agar mahasiswa memiliki fondasi konseptual yang kuat sebelum mendalami penerapan matematika dalam sistem cerdas.
Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa memahami hubungan antara logika matematika, algoritma, pemodelan, hingga analisis data yang menjadi tulang punggung teknologi AI. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori, tetapi berorientasi pada pemahaman aplikatif.
Menurut Hikmahturrahman, matematika memiliki posisi strategis dalam era transformasi digital.
“Artificial intelligence, machine learning, hingga sistem prediksi semuanya dibangun di atas struktur matematika. Karena itu, mahasiswa pendidikan matematika harus siap menghadapi realitas ini, bukan sekadar mengenalnya secara umum,” jelasnya.
Komitmen ini sekaligus mempertegas arah pengembangan prodi untuk melahirkan pendidik yang profesional, inovatif, dan melek teknologi. Lulusan diharapkan tidak hanya mampu mengajar secara konvensional, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi berbasis AI sebagai bagian dari proses pembelajaran di kelas.
Di tengah kebutuhan akan sumber daya manusia yang berpikir kritis, logis, dan berbasis data, kehadiran mata kuliah ini menjadi nilai tambah yang signifikan. Terlebih, digitalisasi kini telah merambah hampir seluruh sektor, termasuk pendidikan.
Walaupun masih tergolong muda, Prodi Pendidikan Matematika UMGO membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berinovasi. Integrasi Artificial Intelligence dalam kurikulum menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi pendidik yang relevan dengan masa depan.
Di UMGO, matematika tidak lagi hanya berbicara tentang angka dan rumus. Ia berkembang menjadi fondasi penting dalam membangun kecerdasan dan kesiapan menghadapi era teknologi.








































