Beranda Kampus Guru Besar FIKK UNM Prof Juhanis Ungkap Alasan Dukung Prof Andi Aslinda,...

Guru Besar FIKK UNM Prof Juhanis Ungkap Alasan Dukung Prof Andi Aslinda, Bukan Karta Effect

0
Guru Besar FIKK UNM, Prof. Dr. Juhanis, S.Pd., M.Pd.

Matakita.co, Makassar — Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Juhanis, S.Pd., M.Pd., mengungkap alasan dukungannya kepada Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si., dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM periode 2027–2031.

Juhanis menegaskan, dukungan tersebut didasarkan pada rekam jejak dan sejumlah kebijakan akademik yang dijalankan Andi Aslinda, bukan karena pengaruh kelompok atau figur tertentu dalam dinamika politik kampus.

Menurut dia, peta dukungan dalam Pilrek UNM kali ini telah mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Pengelompokan yang selama ini dikaitkan dengan kepemimpinan mantan Rektor UNM, Prof. Karta Jayadi, dinilainya tidak lagi relevan.

“Kondisi Pilrek hari ini sangat jauh berbeda dibanding periode sebelumnya. Peta politik kampus sudah mencair sepenuhnya. Sudah tidak ada lagi yang namanya ‘Geng Prof. Karta Jayadi’ atau kubu-kubuan eksklusif semacam itu,” ujar Juhanis, sebagaimana diberitakan Berita Kota Makassar, Kamis (1/10/2026).

Menurut Juhanis, perubahan tersebut tidak terlepas dari berakhirnya masa kepemimpinan Karta Jayadi sebagai rektor. Selain itu, sejumlah figur yang sebelumnya berada dalam lingkaran kepemimpinannya telah memasuki masa purnabakti.

Situasi itu, menurut dia, turut mengubah konfigurasi dukungan di lingkungan sivitas akademika UNM menjelang pergantian kepemimpinan.

Soroti Tiga Kebijakan Akademik Andi Aslinda

Juhanis mengatakan, dukungannya terhadap Prof. Andi Aslinda didasarkan pada sejumlah kebijakan yang dijalankan selama menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UNM.

Ia menyoroti tiga agenda utama, yakni digitalisasi sistem penilaian akademik, pengembangan Mata Kuliah Umum (MKU) Penciri UNM, serta program percepatan studi atau fast track.

Menurut Juhanis, digitalisasi penilaian merupakan bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas akademik. Sistem tersebut dinilainya penting untuk mempersempit ruang terjadinya penyimpangan, termasuk praktik transaksi nilai di lingkungan perguruan tinggi.

Selain itu, ia mengapresiasi pengembangan MKU Penciri UNM yang diarahkan untuk memperkuat karakter, etika, dan kedisiplinan mahasiswa. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu identitas akademik yang membedakan lulusan UNM dengan perguruan tinggi lainnya.

Adapun program fast track dinilai membuka kesempatan bagi mahasiswa berprestasi untuk menempuh pendidikan sarjana dan magister dalam waktu yang lebih efisien.

Bagi Juhanis, ketiga kebijakan tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan sikap pada pemilihan rektor kali ini.

Ia berpandangan bahwa kepemimpinan UNM ke depan membutuhkan figur yang memiliki pengalaman dalam merumuskan sekaligus menjalankan kebijakan strategis perguruan tinggi.

Aslinda Didampingi 21 Anggota Senat Saat Mendaftar

Sebelumnya, Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNM periode 2027–2031 di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor, Lantai 14 Menara Pinisi UNM, Senin (28/9/2026).

Andi Aslinda tercatat sebagai pendaftar ketiga dalam tahapan penjaringan bakal calon rektor.

Saat mendaftar, ia didampingi sejumlah unsur pimpinan universitas dan fakultas, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, serta anggota Senat UNM.

Sebanyak 21 anggota Senat UNM yang memiliki hak suara turut hadir mendampinginya. Andi Aslinda menyampaikan bahwa dukungan awal yang diterimanya mencapai 26 anggota senat, dengan rincian 21 orang hadir saat pendaftaran dan lima lainnya berhalangan hadir.

Meski demikian, Andi Aslinda saat itu belum memaparkan visi dan misi secara rinci. Ia menyatakan akan menyampaikan gagasan dan program yang ditawarkan untuk UNM pada tahapan resmi pemaparan visi dan misi.

Pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031 menjadi bagian dari proses pergantian kepemimpinan universitas untuk lima tahun mendatang.

Facebook Comments Box