Matakita.co, Makassar- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dialektika Haluan Kebangsaan Universitas Hasanuddin (LeDHaK UNHAS) sukses menyelenggarakan Pelantikan dan Kulturisasi Pengurus (PILAR) Tahun 2026. Acara berlangsung di Gedung Pascasarjana Aula Prof. Dr. Hardjoeno, Sabtu (31/01).
Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Penasihat, Koordinator Forum Bersama Unit Kegiatan Mahasiswa, Badan Pengurus, Panitia, WARGA LeDHaK UNHAS, PURNA LeDHaK UNHAS, serta perwakilan UKM Universitas Hasanuddin. Kegiatan berlangsung dengan khidmat sebagai penanda dimulainya kepengurusan baru.
PILAR 2026 merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melantik Badan Pengurus UKM LeDHaK UNHAS Periode 2026 sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab, komitmen, dan kebersamaan dalam menjalankan roda lembaga. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi internal guna mempererat solidaritas serta kesiapan pengurus menghadapi program kerja ke depan.
Sambutan pertama disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, yang diwakili oleh Fachruddin, S.E., M.Si., selaku Kepala Seksi Fasilitas dan Informasi Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa “Pelantikan merupakan momen awal komitmen pengurus dalam menjalankan tanggung jawab lembaga serta berharap LeDHaK mampu menjaga solidaritas, meningkatkan kualitas program kerja, dan menghadirkan dampak yang semakin luas melalui prestasi berskala nasional”.
Lebih lanjut, sambutan disampaikan oleh A. M. Randy Syekh, selaku Ketua Umum UKM LeDHaK UNHAS Periode 2026, yang menyampaikan harapan kepada seluruh Badan Pengurus yang telah resmi dilantik.
“Setelah pengambilan sumpah, saya berharap teman-teman Badan Pengurus dapat menjalankan amanah yang telah diberikan. Mari kita bersama-sama bekerja sama untuk mengharumkan nama LeDHaK. Mari berkolaborasi dan menjadikan LeDHaK sebagai wadah pengembangan diri. LeDHaK siap membantu teman-teman untuk berkompetisi dan berkembang,” ungkapnya.
Selanjutnya, pelantikan dilakukan secara resmi melalui pengucapan sumpah jabatan oleh Ketua Umum terpilih dan Badan Pengurus. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi kulturisasi melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar kepengurusan baru mampu membangun komitmen yang kuat serta bersinergi dalam menjalankan amanah lembaga. (**)






































