Matakita.co, Makassar — Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, menargetkan perolehan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Untuk mencapai target tersebut, ia menyiapkan penguatan pembinaan atlet hingga pembangunan pusat latihan atau training center di Sulawesi Selatan.
Target itu disampaikan Adnan seusai dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI), Jenderal TNI Richard T H Tampubolon, yang juga menjabat Wakil Menteri Pertahanan RI, di Hotel Unhas, Makassar, Sabtu (24/10/2026).
Adnan mengatakan, kepengurusan baru Taekwondo Sulsel akan memprioritaskan peningkatan prestasi atlet melalui program jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu sasaran utamanya adalah mencatatkan sejarah dengan meraih medali pertama bagi Sulsel pada cabang olahraga taekwondo di ajang PON.
“Kami targetkan mudah-mudahan nantinya Taekwondo Sulawesi Selatan pada PON tahun 2028 bisa meraih medali, dan untuk pertama kalinya meraih medali di PON. Karena sebelumnya belum pernah,” ujar Adnan.
Untuk mewujudkan target tersebut, mantan Bupati Gowa dua periode itu berharap dukungan PB TI dalam memperluas akses pembinaan bagi atlet potensial Sulawesi Selatan, termasuk melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM).
Menurut Adnan, Sulawesi Selatan memiliki sejumlah atlet berbakat yang membutuhkan pembinaan berkelanjutan agar mampu bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.
“Kami mohon dukungan dari Pak Ketua Umum dan seluruh pengurus besar Taekwondo Indonesia. Atlet-atlet kami banyak yang berprestasi. Mudah-mudahan atas kebijakan Pak Ketua Umum bersama pengurus lainnya, atlet-atlet kami nanti bisa dititipkan di PPLM,” katanya.
Siapkan pusat latihan
Selain mengejar prestasi pada PON 2028, Adnan merencanakan pembangunan sekretariat Pengprov Taekwondo Sulsel yang dilengkapi pusat latihan.
Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembinaan atlet potensial yang dijaring melalui program pencarian bakat atau talent scouting. Dengan fasilitas latihan yang terpusat, pembinaan diharapkan berlangsung lebih terarah dan berkesinambungan.
“Di dalam sekretariat itu, halaman belakangnya kita akan bikin training center. Sehingga nanti dari talent scouting kita lihat mana atlet-atlet yang berprestasi, di situlah yang akan kita tempatkan dan kita fokuskan untuk bisa menjadi atlet berprestasi di masa yang akan datang,” ujar Adnan.
Ia berharap keberadaan pusat latihan tersebut dapat memperkuat regenerasi atlet sekaligus membuka peluang bagi atlet Sulsel untuk berprestasi di kompetisi internasional.
Meski demikian, Adnan menyadari peningkatan prestasi tidak dapat dilakukan hanya oleh pengurus provinsi. Menurut dia, diperlukan kerja sama antara PB TI, pengurus kabupaten dan kota, pelatih, wasit, serta atlet.
“Tidak ada keberhasilan itu bisa diraih dengan cara-cara individualistis, tapi keberhasilan itu bisa diraih dengan cara kolaborasi. Siapa yang mampu berkolaborasi dengan siapa pun juga, maka di situlah letak keberhasilannya,” katanya.
Tekankan kerja nyata
Dalam kesempatan tersebut, Adnan juga menanggapi keraguan sejumlah pihak terhadap kepemimpinannya di Taekwondo Sulsel.
Politikus Partai Golkar itu menegaskan, keputusannya memimpin organisasi olahraga tersebut dilandasi keinginan untuk berkontribusi terhadap peningkatan prestasi atlet daerah.
“Ada yang mengatakan bahwa saya mau pegang Taekwondo itu hanya untuk mencari nama saja. Padahal, kami ingin berkontribusi dan tentunya atas izin, petunjuk, dan arahan dari Pak Ketua Umum,” ujarnya.
Adnan menyatakan optimistis mampu membawa perubahan dalam pembinaan taekwondo Sulawesi Selatan selama lima tahun masa kepengurusannya.
“Anda boleh ragukan jika malam itu gelap. Anda juga boleh ragukan jika pagi itu terang. Bahkan Anda boleh ragukan kalau kejujuran itu adalah dusta. Tapi jangan pernah ragukan Adnan Purichta Ichsan memimpin Taekwondo!” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan kepengurusan baru nantinya harus diukur melalui capaian prestasi dan keberlanjutan pembinaan atlet, bukan sekadar pernyataan ataupun program yang direncanakan.
Karena itu, target medali PON 2028 dan pembangunan pusat latihan menjadi dua agenda utama yang akan diperjuangkan kepengurusan Taekwondo Sulsel dalam lima tahun mendatang.








































