Matakita.co, Gorontalo – Sebagai bentuk nyata komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Wisuda Sekolah Lansia pada hari kedua Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tingkat Provinsi. Bertempat di Parkiran CitiMall Gorontalo, Jumat (11/07/2025)
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas SIDAYA (Lansia Berdaya) yang bertujuan untuk menjadikan lansia sebagai pribadi Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat (SMART) melalui pendidikan nonformal berbasis komunitas.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Diano Tino Tandaju, dalam sambutan laporan kegiatan menyampaikan bahwa pelaksanaan program SIDAYA telah berhasil mencetak ratusan lulusan dari Sekolah Lansia di Gorontalo.
“Hari ini kami mewisuda sebanyak 215 peserta lansia yang telah mengikuti proses pembelajaran dalam program Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Sekolah Lansia. Saat ini terdapat 581 Kelompok BKL yang tersebar di enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo, dan pada tahun 2025, enam Sekolah Lansia secara resmi melaksanakan wisuda,” ujar Diano.
Ia juga mendorong partisipasi aktif pemerintah Kecamatan dan Desa dalam memperluas jangkauan program ini “Kami berharap para Camat dan Kepala Desa dapat memberikan kontribusi dengan membentuk Sekolah Lansia baru di wilayah masing-masing, agar lebih banyak lansia yang merasakan manfaat program ini,” tegasnya.
Prosesi wisuda ditandai secara simbolis oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN RI, Nopian Andusti, yang melakukan pemindahan tali toga kepada seluruh wisudawan. Aksi tersebut menjadi simbol resmi kelulusan dan bentuk penghargaan atas ketekunan para lansia dalam menyelesaikan masa pembelajaran mereka.
“Sekolah Lansia bukan sekadar ruang belajar, tetapi ruang pemberdayaan dan pengakuan. Pemindahan tali toga hari ini adalah simbol bahwa para lansia tetap mampu berkembang, belajar, dan menjadi inspirasi,” ujar Nopian dalam sambutannya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para fasilitator, kader, dan mitra kerja yang telah berkontribusi dalam keberhasilan pelaksanaan Sekolah Lansia di Provinsi Gorontalo.
Rangkaian acara ini juga dirangkai dengan pengukuhan Ibu Idah Syahidah Rusli Habibie sebagai Duta Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Provinsi Gorontalo oleh Deputi KSPK BKKBN RI.
Rangkaian kegiatan ini turut diwarnai dengan pengukuhan Ibu Idah Syahidah Rusli Habibie sebagai Duta Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Provinsi Gorontalo, oleh Deputi KSPK BKKBN RI.
Dalam sambutannya saat pengukuhan, Deputi Nopian Andusti menyampaikan bahwa Duta Tamasya di Indonesia baru dilaksanakan untuk kedua kalinya, dan Provinsi Gorontalo menjadi salah satu yang terpilih.
“Kami percaya Ibu Syahidah akan menjadi teladan nasional dan penggerak utama dalam meningkatkan kepedulian terhadap kualitas pengasuhan anak usia dini di Indonesia,” ucapnya.
Usai dikukuhkan, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya memperhatikan kehidupan lansia. Ia menyebutkan bahwa menurut proyeksi BPS, rasio ketergantungan penduduk lansia di Gorontalo mencapai 13,81%, yang menandakan peningkatan beban terhadap penduduk usia produktif.
“Salah satu isu strategis kita adalah masih rendahnya kualitas hidup lansia dan kemampuan keluarga dalam merawat mereka. Oleh karena itu, kami terus berupaya mendukung program yang memperhatikan lansia sebagai kelompok rentan,” tuturnya.
Idah juga memaparkan bahwa sejak 2019, Pemprov Gorontalo telah melaksanakan berbagai program seperti bantuan lansia, homecare, daycare, kegiatan lansia tahunan, dan bahkan meluncurkan Sekolah Lansia sebagai bagian dari kolaborasi dengan BKKBN melalui program Tribina.
“Kami mengapresiasi BKKBN sebagai pelopor dalam membangun program Pembangunan Keluarga Lansia dan Rentan. Semoga ke depan lebih banyak lansia yang tangguh, produktif, dan tetap berdaya di tengah keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.
Selain kegiatan utama, pelaksanaan Harganas ke-32 hari kedua ini juga dimeriahkan dengan berbagai macam pameran edukatif dan interaktif, antara lainnya yaitu: Pameran Pelayanan KB dengan informasi dan layanan langsung untuk masyarakat, Pameran Alutsista dari TNI, yang menampilkan perlengkapan dan peralatan pertahanan, Pameran Pendidikan dari UNBITA sebagai bentuk kolaborasi dunia akademik, Pameran UMKM dari Bank Indonesia, yang menyajikan produk unggulan lokal dan mendorong ekonomi keluarga, Serta Pameran Satwa, yang menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi keluarga dan anak-anak.
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi ajang edukasi, promosi program, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas.






































