Matakita.co, Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menyelenggarakan kegiatan Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Pestisida Alami dari Daun Pepaya. Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pertanian ramah lingkungan serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di tingkat desa. Kegiatan berlangsung khidmat pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Maddenra, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat Desa Maddenra, khususnya para petani, pemuda tani, dan ibu rumah tangga yang aktif mengelola tanaman pekarangan. Tujuan utamanya adalah untuk mentransformasi pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan organik lokal. Daun pepaya dipilih karena ketersediaannya yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana produksi pertanian.
Dalam sesi edukasi, salah satu mahasiswa KKN dari Jurusan Pertanian Prodi Agroteknologi, Nur Mayunita, memaparkan secara mendalam mengenai dampak buruk penggunaan pestisida kimia sintetis yang berlebihan, mulai dari kerusakan ekosistem tanah hingga residu berbahaya pada hasil panen yang mengancam kesehatan konsumen. Sebagai solusinya, mereka memperkenalkan daun pepaya yang mengandung senyawa aktif papain dan alkaloid. Senyawa ini berperan sebagai racun kontak dan penolak (repelen) yang efektif untuk mengendalikan hama penghisap maupun ulat grayak.
Kepala Desa Maddenra, Andi Rahim menyambut hangat inovasi ini. Beliau menyatakan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan mayoritas warga desa yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. “Ini adalah ilmu yang sangat praktis dan ekonomis bagi warga kami,” ujarnya.
Salah satu warga Desa Maddenra menyampaikan kesannya terhadap kegiatan ini dengan mengatakan bahwa “Daun pepaya yang biasanya jadi sayuran ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pestisida.”
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pestisida alami dari daun pepaya, mulai dari pengenalan bahan, proses perendaman dan penghalusan daun, pencampuran larutan, hingga cara aplikasi pestisida pada tanaman. Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahapan dan aktif bertanya mengenai efektivitas, cara penyimpanan, serta dosis penggunaan pestisida alami tersebut.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan contoh pestisida alami hasil pelatihan kepada pemerintah desa sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Maddenra mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia serta memanfaatkan potensi lokal sebagai solusi pertanian yang sehat dan berkelanjutan.(**)







































