Beranda Lensa Distribusi MBG di SDN 29 Tonasa 1 Dikeluhkan, Terlambat hingga Kualitas Makanan...

Distribusi MBG di SDN 29 Tonasa 1 Dikeluhkan, Terlambat hingga Kualitas Makanan Dipersoalkan

0

MataKita.co, Pangkep — Sejumlah orang tua siswa di SDN 29 Tonasa 1 mengeluhkan pelayanan SPPG Balocci Kassi 001 dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan tersebut mencakup keterlambatan distribusi hingga kualitas dan kelengkapan paket makanan yang dinilai tidak sesuai harapan.

Keluhan mencuat setelah para siswa diminta datang ke sekolah pada Jumat (13/3/2026) untuk mengambil paket MBG. Namun hingga sore hari, paket makanan yang dijanjikan belum juga tersedia, sehingga para siswa harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian.

Salah seorang orang tua siswa, Rahma, mengaku kecewa atas pelayanan tersebut. Ia menyebut anak-anak sudah datang sejak pukul 15.00 WITA, namun tidak mendapatkan kejelasan terkait waktu pembagian.

“Kemarin dari jam 3 anak-anak menunggu sampai setengah 6. Bunyi masjid baru ada pemberitahuan bilang besok baru dibagikan,” keluh Rahma, Sabtu (14/3/2026).

Pembagian paket MBG baru dilakukan keesokan harinya, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Meski demikian, para orang tua kembali mengeluhkan isi paket yang dianggap tidak lengkap.
Rahma menjelaskan, paket yang diterima siswa berisi satu roti abon, satu bolu marmer, dua butir telur, satu jeruk, satu apel, dan satu susu ukuran besar. Namun, salah satu komponen yang tercantum dalam daftar, yakni kacang, tidak disertakan dalam paket.

“MBG baru tadi dibagikan sekitar jam 11. Itu pun tidak lengkap, karena di daftar yang dibagikan ada kacang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa paket MBG yang dibagikan tersebut merupakan jatah untuk tiga hari sekaligus, yakni Sabtu (14/3), Senin (16/3), dan Selasa (17/3). Selain itu, terdapat tambahan dua susu ukuran kecil sebagai kompensasi atas distribusi sebelumnya yang tidak diberikan.
Menurutnya, tambahan tersebut diberikan karena pada periode Kamis (5/3) hingga Sabtu (7/3) siswa tidak menerima susu dalam paket MBG.

“MBG ini khusus untuk tiga hari. Ada juga tambahan dua susu kecil karena sebelumnya anak-anak tidak dibagikan susu,” katanya.

Selain keterlambatan dan ketidaklengkapan, sejumlah orang tua juga menyoroti kualitas makanan yang pernah diterima sebelumnya. Mereka mengaku pernah menemukan buah rambutan yang menghitam serta telur yang tidak layak konsumsi.
Rahma menuturkan bahwa kondisi tersebut sempat membuat orang tua khawatir terhadap kesehatan anak-anak.

“Pernah hitam rambutannya, busuk dan mentah telurnya. Tidak karuan ki lah,” tuturnya dengan nada kesal.

Sementara itu, Kepala SPPG Balocci Kassi 001, Zuraimah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya keterlambatan dalam distribusi paket MBG. Ia menjelaskan bahwa kendala terjadi pada pengadaan atau pengantaran salah satu menu, yakni susu ukuran satu liter yang merupakan bagian dari menu khusus Ramadan. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan terkait penundaan pembagian kepada pihak sekolah melalui grup penanggung jawab (PIC).

“Kami terkendala pada pengadaan atau pengantaran salah satu menu, yaitu susu satu liter,” jelasnya.

Zuraimah menambahkan bahwa informasi penundaan dan jadwal pengambilan ulang telah disampaikan secara resmi kepada pihak sekolah.

Ia juga menanggapi keluhan terkait menu yang dinilai tidak lengkap. Menurutnya, pembagian paket telah disesuaikan dengan perhitungan kebutuhan gizi antara porsi besar dan kecil. Terkait keluhan kualitas makanan, khususnya buah rambutan yang menghitam, Zuraimah mengaku pihaknya telah melakukan perbaikan dan menawarkan pertanggungjawaban kepada pihak sekolah, meski belum mendapat tanggapan lebih lanjut.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT