Beranda Politik Nama Andi Muzakkir Aqil Menguat, Demokrat Sulsel Didorong Lakukan Evaluasi

Nama Andi Muzakkir Aqil Menguat, Demokrat Sulsel Didorong Lakukan Evaluasi

0
Andi Muzakkir Aqil (tengah)

Matakita.co, Makassar — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulawesi Selatan, dinamika internal partai mulai menunjukkan eskalasi yang signifikan. Munculnya nama Andi Muzakkir Aqil sebagai kandidat penantang dinilai memberi warna baru dalam kontestasi kepemimpinan partai di tingkat daerah.

Pengamat politik Asratillah menilai perkembangan ini tidak bisa dipandang sebagai agenda rutin semata, melainkan bagian dari pertarungan arah masa depan Demokrat Sulsel.

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir nama Andi Muzakkir Aqil semakin intens diperbincangkan di kalangan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat di berbagai daerah.

“Ini bukan sekadar wacana. Di tingkat DPC, nama Muzakkir sudah menjadi bahan diskusi yang cukup kuat. Ia memiliki basis elektoral yang jelas dan itu menjadi nilai lebih dalam kontestasi ini,” ujarnya.

Asratillah menilai posisi Muzakkir sebagai anggota DPR RI menjadi modal politik penting yang membuatnya diperhitungkan secara serius dalam perebutan kursi ketua DPD Demokrat Sulsel.

Di sisi lain, ia juga menyoroti posisi Ni’matullah sebagai ketua DPD Demokrat Sulsel saat ini yang dinilai menghadapi tantangan tidak ringan.

Meski dukungan struktural masih terlihat, Asratillah mengingatkan adanya tren penurunan perolehan kursi Demokrat di DPRD Sulsel dalam beberapa pemilu terakhir, yang menurutnya menjadi indikator objektif untuk melakukan evaluasi kepemimpinan.

“Dalam politik, ukuran paling objektif adalah kinerja elektoral. Ketika kursi dan suara cenderung menurun, maka evaluasi kepemimpinan menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menilai wacana pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses yang sehat dalam tubuh partai politik. Penyegaran dinilai penting agar Demokrat tidak terjebak dalam stagnasi dan mampu beradaptasi dengan perubahan lanskap politik yang semakin kompetitif.

“Ini bukan soal mengganti figur semata, tetapi membuka ruang bagi strategi dan pendekatan baru yang lebih relevan,” tambahnya.

Asratillah juga menyoroti kondisi mesin partai Demokrat di Sulsel yang dinilai belum bekerja optimal, terutama dalam aspek konsolidasi dan mobilisasi di tingkat akar rumput.

Menurutnya, struktur partai belum sepenuhnya efektif dalam menggerakkan basis secara merata di berbagai daerah. Dalam konteks tersebut, kehadiran figur dengan kekuatan elektoral 

dianggap dapat menjadi katalis untuk menghidupkan kembali jaringan partai.

Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa tantangan utama Demokrat Sulsel ke depan adalah mengembalikan kepercayaan publik dan menghentikan tren penurunan suara.

“Kalau tidak ada pembenahan serius, maka penurunan ini bisa berlanjut. Dalam politik, stagnasi sering kali menjadi awal dari kemunduran,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT