Matakita.co, Maros- (28/05) Langit pagi Moncongloe Kab. Maros pada Kamis, 28 Mei 2026, seolah memayungi sebuah peristiwa penuh makna di lokasi pembangunan Masjid Al Hijrah Minangkabau. Di tengah gema takbir yang mengalun lembut dan desir angin yang membawa aroma tanah basah selepas subuh, keluarga besar Ikatan Keluarga Minang (IKM) Sapayuang menunaikan ibadah penyembelihan hewan qurban Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh kekhidmatan, cinta persaudaraan, dan semangat pengabdian.
Tahun ini, IKM Sapayuang menyembelih sebanyak enam ekor hewan qurban sebagai simbol keikhlasan dan ketundukan kepada Allah SWT, sekaligus menjadi wujud nyata semangat berbagi antar sesama urang awak di tanah rantau.
Sejak pagi, kawasan pembangunan Masjid Al Hijrah Minangkabau telah dipenuhi wajah-wajah penuh sukacita. Para pengurus, tokoh masyarakat, panitia, Bundo Kanduang, hingga keluarga besar warga Minangkabau tampak larut dalam nuansa religius yang hangat dan membumi. Tak sekadar kegiatan tahunan, momentum qurban kali ini menjelma menjadi ruang silaturahmi yang menghidupkan kembali denyut persaudaraan di bawah payung adat dan syariat.

Hadir secara langsung Dewan Pembina IKM Sapayuang, H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Beliau turut mengikuti rangkaian kegiatan penyembelihan qurban dan tercatat sebagai salah satu peserta qurban Idul Adha IKM Sapayuang tahun ini.
Kedatangan beliau melalui Bandara Internasional Hasanuddin pada pukul 07.45 WITA disambut hangat oleh Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam, yang juga merupakan Dewan Pembina IKM Sapayuang, bersama Bendahara IKASMIN-SS, Hendri Sutan Pado.
Usai penyambutan, rombongan terlebih dahulu menikmati sarapan sederhana namun penuh kehangatan di RM. Pondok Minang, Jalan Masjid Raya Kota Makassar, milik Hendri Sutan Pado. Semangkuk lontong sayur hangat dan segelas teh talua menjadi teman pagi yang mempererat perbincangan tentang kampung halaman, persaudaraan, dan cita-cita besar membangun rumah ibadah urang awak di tanah Sulawesi.
Dari sana, rombongan langsung bertolak menuju lokasi pembangunan Masjid Al Hijrah Minangkabau untuk menyaksikan prosesi penyembelihan hewan qurban yang sejak awal telah dipersiapkan panitia dengan penuh tanggung jawab dan semangat gotong royong.
Di lokasi kegiatan, suasana tampak hidup dan penuh energi kebersamaan. Para panitia saling bahu-membahu mempersiapkan area penyembelihan, membersihkan lokasi, serta mengatur proses distribusi daging qurban. Filosofi Minangkabau Ringan samo dijinjiang, Barek samo dipikua terasa begitu nyata dalam setiap gerak dan langkah yang dilakukan bersama-sama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum IKM Sapayuang, H. Akmal Musthafa, Sekretaris Jenderal IKM Sapayuang Genta Ramayadi, Ketua I Afrizal Pono Sutan, Ketua II Roni Oktavianto yang sekaligus memandu jalannya kegiatan, serta Ketua III Jhony Rajo Batuah.
Dari jajaran Dewan Pembina IKM Sapayuang tampak hadir Zainal Sutan Parmato, Buya Syamsuardi, Ustadz Maulana Sati, Mardius Koto, dan Kol. Inf. Indra Kurnia, S.Sos., M.Si, serta Presiden 17 Propinsi H. Mukhlis Sabirin. Sementara itu, Esdoni selaku Ketua Panitia Qurban Idul Adha IKM Sapayuang bersama seluruh anggota panitia tampak sigap mengawal seluruh rangkaian kegiatan agar berlangsung tertib, aman, dan penuh keberkahan.
Kehadiran para Bundo Kanduang turut memberi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dengan balutan kelembutan dan semangat pelayanan, mereka menjadi penjaga hangatnya suasana, menghadirkan rasa rumah di tengah kehidupan rantau yang jauh dari kampung halaman.
Ketua Umum IKM Sapayuang, H. Akmal Musthafa, menyampaikan bahwa qurban sejatinya bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menyembelih kesombongan dan menumbuhkan kepedulian sosial.
“Qurban adalah bahasa cinta yang diajarkan Islam. Di dalamnya ada keikhlasan, pengorbanan, dan persaudaraan. Melalui momentum ini, IKM Sapayuang ingin terus merawat ukhuwah dan menjaga semangat kebersamaan urang awak di tanah rantau.” ucap Akmal.
Ketua Panitia Qurban Idul Adha IKM Sapayuang, Esdoni, juga mengungkapkan rasa syukur atas kekompakan seluruh panitia dan masyarakat Minangkabau yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar berkat semangat gotong royong dan rasa memiliki yang tumbuh di hati seluruh keluarga besar IKM Sapayuang. Hari ini kita tidak hanya berbagi daging qurban, tetapi juga berbagi cinta, doa, dan kebahagiaan.” ujar Esdoni.

Sementara itu, H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, menyampaikan pesan religius yang menyentuh hati seluruh hadirin.
“Idul Adha mengajarkan manusia untuk ikhlas melepaskan apa yang paling dicintainya demi meraih ridha Allah SWT. Qurban bukan sekadar ibadah ritual, tetapi perjalanan spiritual untuk membersihkan hati dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.” sambut Ferrytass., Dt. Toembidjo.
Beliau juga berharap pembangunan Masjid Al Hijrah Minangkabau kelak menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pemersatu masyarakat Minangkabau di Sulawesi Selatan.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam, turut menyampaikan pesan dari Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan, yang berhalangan hadir karena masih dalam masa pemulihan kesehatan pasca operasi.
Melalui pesan yang disampaikan, Sauki Mangkuto Sutan menuturkan:
“Walaupun saya belum dapat hadir secara langsung karena masih menjalani pemulihan kesehatan, doa dan hati saya tetap bersama keluarga besar IKM Sapayuang. Semoga qurban tahun ini menjadi jalan turunnya keberkahan, memperkuat persaudaraan, dan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT.” ucap Dt. Mangkuto Alam sambil meragakan pesan Sauki.
Hingga berita ini diturunkan, denyut kebersamaan di lokasi kegiatan masih terus terasa hidup. Para panitia tampak tetap sibuk melanjutkan proses pemotongan, pencacahan, dan penimbangan daging qurban yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar lokasi pembangunan masjid dan keluarga besar warga Minangkabau di perantauan.
Di sudut lain kawasan kegiatan, aroma masakan khas Minangkabau mulai memenuhi udara. Beberapa panitia bersama Bundo Kanduang tampak bahu-membahu menyiapkan hidangan untuk santap bersama dalam tradisi Makan Bajamba sebuah budaya makan bersama khas Minangkabau yang sarat nilai persaudaraan, kesetaraan, dan kebersamaan.
Hamparan hidangan yang tersusun rapi menjadi simbol bahwa qurban bukan hanya tentang berbagi rezeki, tetapi juga tentang menyatukan hati, mempererat silaturahmi, dan menjaga warisan adat yang berpijak kokoh pada nilai-nilai Islam.
Di bawah langit Idul Adha yang teduh, IKM Sapayuang tidak hanya menyembelih hewan qurban, tetapi juga meneguhkan kembali makna persaudaraan, kepedulian, dan cinta kampung halaman di tengah kehidupan rantau yang terus bergerak bersama zaman.








































