Beranda Kampus Mahasiswa KKN Unhas Dorong Pemanfaatan Sekam Padi Untuk Briket Biorang Terbarukan di...

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Pemanfaatan Sekam Padi Untuk Briket Biorang Terbarukan di Sidrap

0

Matakita.co, Sidrap– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kegiatan Pemanfaatan Sekam Padi untuk Briket Bioarang Terbarukan sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian dan kemudian energi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Desa Maddenra, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Kamis, 22 Januari 2026.

Kegiatan ini ditujukan kepada Masyarakat desa, khususnya ibu-ibu warga desa dan pemuda desa Maddenra sebagai kelompok yang berperan penting dalam pengelolaan kebutuhan rumah tangga. Selam padi yang selama ini melimpah dan seringkali hanya dibuang atau dibakar sehingga mencemari udara, diperkenalkan sebagai bahan baku bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis tinggi. Edukasi ini bertujuan memberikan solusi atas penumpukan limbah sisa penggilingan padi sekaligus menyediakan sumber energi masak yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Kepala desa Maddenra, Andi Rahim, menyampaikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN Unhas “Saya sangat mengapresiasi mahasiswa KKN yang membawa inovasi nyata untuk lingkungan desa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi langsung terhadap masalah limbah sekam padi yang melimpah di desa kita agar tidak terbuang percuma” ujarnya.

Antusiasme juga terpancar dari para peserta yang menilai bahwa inovasi briket ini tidak hanya membantu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi peluang usaha baru di tingkat desa.

Setelah pengarahan dari kepala desa, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan oleh mahasiswa KKN dan pemaparan. Salah satu mahasiswa KKN dari Jurusan Rekayasa Kehutanan, Tazkiratul Auliyah, mahasiswa menguraikan proses transformasi sekam padi menjadi briket, mulai dari tahap pengarangan (karbonisasi), pembuatan lem kanji sebagai perekat, pencampuran bahan, hingga tahap pencetakan briket menjadi bentuk yang padat dan mudah digunakan.

Pelaksanaan kegiatan kemudian berlanjut ke sesi praktik langsung. Ibu-ibu warga desa dan pemuda desa terlihat sangat aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan briket. Banyak peserta yang antusias bertanya mengenai lama ketahanan bara api, keunggulan briket dibandingkan kayu bakar, hingga cara pengemasan produk jika nantinya dikembangkan menjadi usaha kelompok.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sampel briket sekam padi hasil produksi kepada pemerintah desa sebagai komitmen dalam pengembangan energi terbarukan berbasis lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan Masyarakat Desa Maddenra semakin terampil dalam mengelola limbah pertanian secara produktif, sehingga mampu mewujudkan desa yang mandiri lingkungan dan memiliki ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (**)

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT