Matakita.co, Takalar — Di balik kemeriahan mini touring Terios Club Indonesia (TCI) Sulawesi Selatan menuju lokasi Rapat Kerja (Raker) di Takalar, terselip kisah dedikasi dari salah satu pengurus, Om Zulhaji.
Meski tidak dapat bergabung sejak awal keberangkatan, Om Zulhaji tetap menunjukkan komitmennya terhadap kebersamaan komunitas. Ia diketahui sempat menghadiri kegiatan di lingkungan kompleks perumahannya, yang membuatnya sedikit terlambat dari rombongan utama.
Namun hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya. Dengan semangat tinggi, Om Zulhaji tetap menyusul dan akhirnya berhasil bergabung bersama rombongan di lokasi tujuan.
“Mohon maaf saya sempat terlambat karena ada kegiatan di kompleks perumahan. Tapi Alhamdulillah masih bisa menyusul. Bagi saya, kebersamaan di TCI ini sangat penting, jadi sebisa mungkin tetap hadir,” ungkapnya.
Kehadiran Om Zulhaji menjadi gambaran nyata bahwa kekompakan dalam TCI tidak hanya ditunjukkan saat momen besar, tetapi juga melalui usaha dan niat untuk tetap terlibat, meskipun dalam kondisi terbatas.
Ia juga menambahkan bahwa mini touring seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar perjalanan.
“Perjalanan ini bukan hanya soal sampai tujuan, tapi bagaimana kita tetap menjaga silaturahmi dan kekompakan. Walaupun datang menyusul, yang penting tetap bisa bersama,” tambahnya.
Kisah sederhana ini menjadi cerminan semangat solidaritas yang tumbuh di tubuh TCI Sulsel. Bahwa dalam komunitas, kehadiran bukan hanya soal waktu, tetapi tentang komitmen dan rasa memiliki yang kuat terhadap keluarga besar TCI.
Citizen Reporter : Humat Terios Club Indonesia Region Sulsel








































