Beranda Kampus Mahasiswa KKN Tematik Unhas Edukasi Pemanfaatan Rambut Jagung Menjadi Teh Herbal

Mahasiswa KKN Tematik Unhas Edukasi Pemanfaatan Rambut Jagung Menjadi Teh Herbal

0

MataKita.co, Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan rambut jagung menjadi teh herbal di Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sabtu (1/8/2026).

Program bertajuk Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Jagung melalui Pengolahan Rambut Jagung Menjadi Teh Herbal tersebut dilaksanakan dalam dua sesi, yakni di rumah Ketua Kelompok Tani Seppae 1 di Lingkungan Jalanru sebagai lokasi utama, serta di Lingkungan Ralla atas permintaan masyarakat. Kegiatan melibatkan Kelompok Tani Seppae 1, Kelompok Wanita Tani Srikandi, dan warga setempat.

Kegiatan ini berangkat dari potensi jagung sebagai komoditas unggulan di Kelurahan Lompo Riaja. Selama ini, rambut jagung umumnya hanya menjadi limbah yang dibuang atau dibakar. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan rambut jagung sebagai bahan baku teh herbal yang memiliki kandungan antioksidan, vitamin, mineral, dan serat pangan, sekaligus berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi.

Edukasi yang diberikan mencakup pengenalan manfaat rambut jagung, pemilihan bahan baku, hingga demonstrasi pengolahan teh herbal mulai dari proses sortasi, pencucian, perebusan, penyaringan, sampai penyajian. Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai teknik penyimpanan produk serta peluang pengembangannya sebagai usaha mikro berbasis potensi lokal.

Ketua Kelompok Tani Seppae 1, Mustari, mengaku baru mengetahui bahwa rambut jagung yang selama ini dianggap limbah ternyata masih dapat dimanfaatkan.

“Selama ini rambut jagung hanya kami buang atau dibakar. Melalui kegiatan ini kami mengetahui bahwa bagian tersebut ternyata masih memiliki manfaat dan dapat diolah menjadi produk yang bernilai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua RT 04 Lingkungan Ralla, Dahlia. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan masyarakat, terutama kaum perempuan, mengenai pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Jagung merupakan komoditas unggulan di daerah kami, tetapi rambut jagung hampir tidak pernah dimanfaatkan. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat untuk mengolah limbah pertanian menjadi produk yang bernilai,” katanya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat semakin terdorong mengolah limbah pertanian secara produktif. Selain mengurangi pembakaran limbah, inovasi tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, dan penanganan perubahan iklim.

Facebook Comments Box