Beranda Berita Albert Pede Nyatakan Sikap Dukung Nelson 2 Periode

Albert Pede Nyatakan Sikap Dukung Nelson 2 Periode

0

Matakita.co (Gorontalo) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada 2020 mendatang, tentunya sebagai momentum mengeratkan tali silaturahmi dan persatuan, baik bagi pasangan calon yang akan mengikuti kontestasi maupun masyarakat yang akan berbeda pilihan.

Selaku Pengamat Hukum Tatanegara, Albert Pede mengatakan, dengan menjadikan pilkada sebagai ajang mempererat persaudaraan, hal itu akan mampu melahirkan pemimpin yang visioner dan membawa kabupaten Gorontalo kearah yang lebih baik.

Albert menambahkan, Para politisi tidak perlu berebut jabatan tapi berebut kesempatan untuk mengabdi, dengan tetap berpegang pada aturan.

Albert menilai, Keteladanan Prof Nelson Pomalingo selama berkarir dibidang akademisi maupun politisi sangat dibutuhkan masyarakat.

“Keteladanan Nelson sudah tentu menjadi contoh bagi banyak orang pada umumnya, yang dikenal dengan 2 periode” Tutur Albert. Jumat (23/8/2019)

Albert Pede yang juga sebagai akademisi Universitas Ichsan Gorontalo itu menerangkan, sesuai amanat undang undang dan amanat rakyat. Dengan menjabat 2 periode tentunya akan lebih mematangkan program yang dibutuhkan masyarakat kabupaten Gorontalo.

“Tentunya hal itu bisa dilihat pada saat dirinya menjadi rektor UNG, cukup 2 periode, Prof Nelson tidak pernah memaksakan untuk 3 periode.” Tukasnya.

Lanjutnya, yang harus dipertaruhkan adalah kehendak rakyat bukan ambisi pribadi. Kecerdasan masyarakat melihat sikap Nelson membuatnya semakin kuat di hati rakyat. Kerendahan hati sang profesor menjadi nilai dasar seorang tokoh adat di Gorontalo.
“intinya sebagai bupati Nelson cukup dua periode” tukasnya.

Lanjut Albert, Hal ini tentunya terlihat secara kepemimpinanya selama menjabat, terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten Gorontalo, menekan angka kemiskinan yang ada, melestarikan adat dan budaya hingga ke mancanegara serta memperjuangkan kerajinan tangan khas kabupaten gorontalo, (Kopiah Eceng Gondok) hingga ke pintu pariwisata di sulawesi utara.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT