MataKita.co, Makassar – Universitas Negeri Makassar (UNM) mulai mempercepat penyusunan Modul Mata Kuliah Penciri Universitas sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas akademik dan karakter mahasiswa. Penyusunan modul tersebut dibahas dalam rapat awal yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, di Ruang Video Conference Lantai 3 Gedung Rektorat UNM, Kamis (21/5/2026).
Rapat yang diikuti tim perumus di tingkat institusi itu difokuskan pada pembahasan dan percepatan penyelesaian draf modul mata kuliah wajib universitas agar dapat segera diimplementasikan secara optimal dalam proses pembelajaran.
Prof. Andi Aslinda menjelaskan, Mata Kuliah Penciri Universitas dirancang sebagai media untuk memperkuat identitas mahasiswa UNM melalui materi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, literasi, serta jiwa kewirausahaan.
“Sebagai cerminan identitas mahasiswa UNM, kami ingin memastikan seluruh materi dalam modul ini mampu membekali mahasiswa dengan wawasan kebangsaan, literasi yang kuat, hingga semangat kewirausahaan. Karena itu, kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi kunci agar modul ini benar-benar inovatif dan relevan bagi dosen maupun mahasiswa,” ujar Prof. Andi Aslinda.
Menurutnya, penyusunan modul melibatkan berbagai unsur akademik agar menghasilkan materi yang komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi. Sinergi antarfakultas dan program studi dinilai menjadi faktor penting dalam menyusun panduan pembelajaran yang berkualitas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Plt. Rektor UNM atas dukungan terhadap proses penyusunan modul, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada pimpinan fakultas, program studi, tim perumus, dosen, dan seluruh elemen akademik yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Plt. Rektor atas dukungan penuh yang diberikan, serta kepada seluruh pimpinan fakultas, program studi, tim perumus, dan dosen yang telah berkontribusi. Ini merupakan awal dari kerja bersama untuk melahirkan modul yang mampu mendukung peningkatan kualitas akademik mahasiswa UNM,” katanya.
Prof. Andi Aslinda menambahkan, koordinasi yang berkelanjutan antarunit di lingkungan UNM menjadi faktor penting untuk memastikan penyusunan modul berjalan sesuai target sekaligus menjaga kualitas implementasinya dalam proses pembelajaran.
Melalui penyusunan Modul Mata Kuliah Penciri Universitas, UNM berharap dapat menghadirkan pedoman pembelajaran yang memperkuat karakter lulusan sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.








































