Beranda Kampus Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Desa Baruga Pilah Sampah melalui Program Kelas...

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Desa Baruga Pilah Sampah melalui Program Kelas Tepi Samudra

0

Matakita.co, Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program Kelas Tepi Samudra di Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir melalui edukasi pemilahan sampah organik dan nonorganik.

Kegiatan ini menyasar anak-anak dan masyarakat setempat dengan tujuan menanamkan kebiasaan mengelola sampah sejak dini. Desa Baruga dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena merupakan kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan laut sehingga rentan terhadap penumpukan sampah rumah tangga maupun sampah kiriman dari wilayah lain.

Melalui pendekatan edukatif yang dikemas secara interaktif, peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah sebagai langkah awal menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi pemilahan sampah, permainan edukatif, serta aksi bersih-bersih lingkungan yang memungkinkan peserta mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh.

Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan dengan perbedaan sampah organik dan nonorganik beserta cara penanganannya. Sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan dedaunan dijelaskan dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah nonorganik seperti plastik, botol kaca, dan kaleng perlu dipilah untuk didaur ulang agar tidak mencemari lingkungan, khususnya kawasan laut.

Ketua pelaksana program mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi awal terbentuknya budaya baru dalam pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

“Kami berharap Kelas Tepi Samudra tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Dengan begitu, anak-anak dapat menjadi pelopor pelestarian lingkungan pesisir di Desa Baruga,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Anak-anak mengikuti setiap sesi edukasi dengan aktif, sementara tokoh masyarakat dan perangkat desa memberikan apresiasi terhadap program yang dinilai mampu meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan pesisir.

Menurut aparat desa, edukasi mengenai pengelolaan sampah merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan pantai dari pencemaran, terutama sampah plastik yang berpotensi merusak ekosistem laut dan mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.

Melalui program Kelas Tepi Samudra, mahasiswa KKN Unhas berharap masyarakat dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk pembentukan bank sampah desa, sehingga Desa Baruga dapat menjadi contoh kawasan pesisir yang bersih dan berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng.

Facebook Comments Box