MataKita.co, Gowa – Kesulitan masyarakat membedakan rumah warga dengan lokasi posyandu mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 116 Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan solusi sederhana, tetapi berdampak nyata. Melalui program pembuatan papan nama, mahasiswa melengkapi identitas tujuh posyandu yang tersebar di Desa Mamampang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi sebagian besar posyandu di Desa Mamampang yang memanfaatkan rumah warga sebagai lokasi pelayanan. Akibatnya, masyarakat, khususnya pendatang maupun petugas kesehatan dari luar desa, kerap mengalami kesulitan menemukan lokasi posyandu karena belum adanya penanda yang jelas.
Pembuatan papan nama dilaksanakan sejak 13 Juli 2026, diawali dengan pencarian vendor dan proses produksi. Seluruh papan nama kemudian selesai dipasang pada 21 Juli 2026 di tujuh posyandu yang berada di Dusun Arakeke, Ulugalung, Bonto Sapiri 1, Bonto Sapiri 2, Borong Tala, Parope, dan Dusun Mamampang. Sebelumnya, enam dari tujuh posyandu tersebut belum memiliki papan nama yang layak.
Program ini diprakarsai oleh Nayla Tri Ananda dan Andi Nur Ainun Lewa sebagai penanggung jawab, dengan dukungan seluruh anggota KKN-T 116 Pemberdayaan Desa Posko Mamampang, yakni Muh. Taufiq Nurlan, Gita Maulidani, Fajriana Aris, dan Muhammad Alif Alfian.
Menurut Koordinator Desa Posko Mamampang, Muhammad Taufiq Nurlan, keberadaan papan nama merupakan kebutuhan mendasar untuk meningkatkan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan masyarakat.
“Kami melihat posyandu di Desa Mamampang belum memiliki papan nama yang layak, sehingga sulit dibedakan dengan rumah warga karena sebagian besar kegiatan posyandu dilaksanakan di rumah warga. Melalui program ini, kami berharap masyarakat maupun pendatang dapat lebih mudah mengenali lokasi posyandu sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses,” ujarnya.
Mahasiswa menilai ketiadaan papan nama bukan hanya persoalan identitas bangunan, tetapi juga berkaitan dengan aksesibilitas pelayanan kesehatan dasar. Posyandu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, mulai dari pemeriksaan ibu hamil, penimbangan balita, hingga imunisasi. Penanda yang jelas diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan.
Dengan terpasangnya papan nama di seluruh posyandu, masyarakat kini diharapkan lebih mudah mengenali lokasi pelayanan kesehatan di setiap dusun. Selain memperkuat identitas posyandu sebagai fasilitas layanan publik, program ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan desa serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Desa Mamampang.








































