Beranda Lensa Mahasiswa KKN Unismuh Makassar dan Lazismu Maros Bantu Penyintas Kebakaran di Lekopancing

Mahasiswa KKN Unismuh Makassar dan Lazismu Maros Bantu Penyintas Kebakaran di Lekopancing

0

Matakita.co, Maros — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bersama Lazismu Kabupaten Maros bergerak membantu keluarga penyintas kebakaran di Dusun Carangki Selatan, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.

Bantuan disalurkan setelah kebakaran menghanguskan satu unit rumah pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 16.40 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, rumah beserta berbagai perlengkapan di dalamnya hangus terbakar.

Kebakaran tersebut berdampak terhadap satu keluarga yang terdiri atas lima orang. Mereka kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan sejumlah kebutuhan dasar untuk menjalani masa pemulihan.

Informasi mengenai kebakaran itu pertama kali disampaikan kepada Lazismu Kabupaten Maros oleh Risny Widyandiny, mahasiswa KKN Unismuh Makassar yang tengah melaksanakan pengabdian di Desa Lekopancing.

Mengetahui kondisi warga terdampak, Risny berinisiatif melaporkan kejadian tersebut kepada Lazismu Maros agar asesmen dan penyaluran bantuan dapat segera dilakukan.

“Saat mengetahui ada warga yang mengalami musibah kebakaran, saya merasa perlu segera menyampaikan informasi ini kepada Lazismu Maros. Kondisinya cukup memprihatinkan karena rumah dan barang-barang di dalamnya habis terbakar,” ujar Risny.

Menurut dia, keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program akademik dan pengabdian, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk merespons persoalan sosial yang dihadapi warga.

“Kami berharap laporan yang kami sampaikan bisa membantu mempercepat respons dan meringankan beban keluarga yang terdampak. Apalagi mereka membutuhkan berbagai kebutuhan dasar setelah rumahnya terbakar,” katanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Lazismu Kabupaten Maros melakukan asesmen terhadap kondisi keluarga terdampak. Hasil asesmen menunjukkan sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain bahan makanan, pakaian, peralatan dapur, dan kebutuhan dasar lainnya.

Lazismu Maros bersama mahasiswa KKN Unismuh Makassar kemudian menyalurkan bantuan berupa family kit, peralatan memasak, dan sembako kepada keluarga penyintas.

Divisi Program Lazismu Kabupaten Maros, Musfirah, mengatakan jenis bantuan yang disalurkan ditentukan berdasarkan hasil asesmen terhadap kebutuhan keluarga terdampak.

“Kami tidak hanya melihat bahwa rumah korban terbakar, tetapi juga melihat apa saja kebutuhan yang hilang akibat kejadian tersebut. Karena itu, bantuan yang kami salurkan berupa family kit, alat masak, dan sembako agar kebutuhan dasar keluarga bisa langsung terbantu,” kata Musfirah.

Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Unismuh Makassar yang cepat menyampaikan informasi mengenai kondisi warga. Menurut dia, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat dapat membantu mempercepat respons kemanusiaan ketika terjadi musibah.

“Kami mengapresiasi inisiatif Risny dan teman-teman mahasiswa KKN yang cepat merespons kondisi masyarakat di sekitarnya. Informasi dari mahasiswa di lapangan sangat membantu Lazismu dalam melakukan asesmen dan menentukan bentuk bantuan yang tepat,” tuturnya.

Musfirah menilai kolaborasi mahasiswa dan lembaga filantropi dapat menjadi salah satu pola respons sosial yang efektif. Mahasiswa memiliki kedekatan dengan masyarakat, sedangkan lembaga filantropi memiliki mekanisme asesmen dan penyaluran bantuan.

“Ketika keduanya bergerak bersama, respons terhadap penyintas bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga penyintas sekaligus meringankan beban selama menjalani masa pemulihan pascakebakaran.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban keluarga penyintas. Semoga mereka diberikan kekuatan untuk melewati masa pemulihan dan dapat segera bangkit kembali,” kata Musfirah.

Kolaborasi mahasiswa KKN Unismuh Makassar dan Lazismu Maros tersebut menjadi bagian dari upaya membangun respons kemanusiaan berbasis sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, lembaga filantropi, dan masyarakat.

Facebook Comments Box