Beranda Kampus PPK Ormawa KSEI FoSEI Unhas Hadirkan “Rumah Kognitif” untuk Anak Desa Gentungang

PPK Ormawa KSEI FoSEI Unhas Hadirkan “Rumah Kognitif” untuk Anak Desa Gentungang

0

MataKita.co, Gowa — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KSEI FoSEI Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan inovasi alat peraga edukatif “Rumah Kognitif” dalam kegiatan belajar di Pojok Cara’de’, Desa Gentungang, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Minggu (6/9/2026).

Alat peraga berbentuk rumah tersebut digunakan untuk membantu anak-anak sekolah dasar (SD) kelas 3–5 mengembangkan kemampuan membaca, berhitung, mengingat, mengenali objek, hingga memecahkan pola melalui metode belajar sambil bermain.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program SIPAKATAU yang mengusung tema “Sinergi Aksi, Berdampak Nyata: Menuju Desa Cerdas, Berdaya, dan Berkelanjutan”. Pojok Cara’de’ menjadi salah satu ruang belajar yang dikembangkan tim untuk mendukung peningkatan kemampuan dasar anak-anak di Desa Gentungang.

“Rumah Kognitif” dirancang dengan empat sisi yang masing-masing memiliki aktivitas berbeda. Satu sisi digunakan untuk melatih kemampuan numerasi, sementara sisi lainnya digunakan untuk latihan membaca.

Pada bagian lain, anak-anak diajak mengenali benda hanya melalui sentuhan atau perabaan. Sisi berikutnya digunakan untuk membentuk pola menggunakan karet berdasarkan instruksi. Sementara itu, bagian atap rumah dimanfaatkan sebagai media permainan untuk melatih daya ingat.

Salah seorang pengajar dari Tim PPK Ormawa KSEI FoSEI Unhas mengatakan penggunaan alat peraga tersebut membuat anak-anak lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

“Anak-anak sangat tertarik dan antusias belajar menggunakan alat peraga ini. Alat peraga ini paket komplet untuk melatih kognitif anak-anak karena aktivitasnya melibatkan fungsi otak untuk berpikir, belajar, mengingat, memahami, dan memproses informasi,” ujarnya.

Respons positif juga datang dari anak-anak yang mengikuti kegiatan. Metode belajar sambil bermain membuat materi pembelajaran dinilai lebih menarik dan mudah diikuti.

“Ku suka belajar kalau pakai beginian karena kayak mainji dikerja, tapi ada ji juga didapat pelajaran. Baru seru juga kakak-kakaknya yang mengajar,” ujar salah seorang siswa.

Ia mengaku senang karena aktivitas yang dilakukan terasa seperti permainan, tetapi tetap memberikan pengetahuan baru.

Melalui Pojok Cara’de’, Tim PPK Ormawa KSEI FoSEI Unhas berharap kemampuan dasar anak, khususnya membaca, menulis, dan berhitung (calistung), dapat terus berkembang. Pendekatan pembelajaran interaktif juga diharapkan mampu menumbuhkan minat dan semangat belajar anak-anak.

Pojok Cara’de’ akan terus dilaksanakan sebagai salah satu program unggulan SIPAKATAU di Desa Gentungang. Selain menyasar anak-anak, program pemberdayaan juga dilakukan melalui Pojok Mappadeceng yang diperuntukkan bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Melalui dua ruang pemberdayaan tersebut, Tim PPK Ormawa KSEI FoSEI Unhas berupaya mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dari kelompok anak-anak hingga keluarga dan pelaku usaha di Desa Gentungang.

Facebook Comments Box