MataKita.co, Makassar — Rangkaian Latihan Search and Rescue Nasional Perguruan Tinggi (LATSARNAS PERTI) IX Tahun 2026 berlanjut dengan pelatihan penyelamatan di air (water rescue) yang berlangsung di Pantai Indah Bosowa, Makassar, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi situasi kedaruratan, khususnya kecelakaan yang terjadi di wilayah perairan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan sekaligus praktik langsung mengenai teknik pertolongan dan penyelamatan korban di air. Materi yang diberikan mencakup prosedur keselamatan, teknik pendekatan terhadap korban, metode evakuasi, hingga penanganan berbagai situasi darurat di perairan.
Selain kemampuan teknis, peserta juga dilatih untuk tetap tenang, mengambil keputusan secara tepat, serta membangun komunikasi dan kerja sama tim selama proses penyelamatan.
Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam latihan ini. Peserta ditekankan untuk tidak terburu-buru melakukan pertolongan tanpa terlebih dahulu memperhitungkan risiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun korban.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa terdapat tiga prinsip penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tindakan penyelamatan, yakni memastikan keselamatan diri, mengidentifikasi potensi bantuan di sekitar lokasi, serta membangun komunikasi untuk meminta pertolongan pihak lain apabila diperlukan.
“Ketika hendak menolong seseorang, kita harus memperhatikan ring pertama, yaitu keselamatan diri. Ring kedua, melihat potensi di sekitar yang dapat dimanfaatkan. Sementara ring ketiga, apabila sarana di sekitar tidak tersedia, kita perlu berkomunikasi dan meminta bantuan orang lain,” ujar salah seorang peserta.
Pelaksanaan latihan di Pantai Indah Bosowa juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenali secara langsung tantangan penyelamatan di lingkungan perairan terbuka.
Melalui simulasi lapangan, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan prosedur penyelamatan secara efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan penolong (rescuer) dan korban.
LATSARNAS PERTI IX Tahun 2026 menjadi ruang pembelajaran bersama bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan kapasitas di bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR).
Selain meningkatkan keterampilan menghadapi kondisi darurat, kegiatan ini turut mendorong tumbuhnya solidaritas, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat.
Pelatihan water rescue tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan peserta dalam menghadapi potensi kecelakaan di wilayah perairan sekaligus menjadi bekal dalam menjalankan misi kemanusiaan di masa mendatang.
Kontributor: Sitti Mutmadania








































