Beranda Kampus Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Pencegahan Gigi Berlubang Lewat Program SIGAP di SDN...

Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Pencegahan Gigi Berlubang Lewat Program SIGAP di SDN 02 Allakuang

0

MataKita.co, Sidrap – Upaya membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan mulut pada anak. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Universitas Hasanuddin menghadirkan Program SIGAP (Sikat Gigi Asik dan Pencegahan Gigi Berlubang) di SDN 02 Allakuang, Desa Tanete, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (24/7/2026).

Program yang digagas Elnysa Jaenwucs Patallo, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada penyebab gigi berlubang (karies), cara pencegahannya, serta teknik menyikat gigi yang benar.

Sebanyak 18 siswa kelas III mengikuti kegiatan yang diawali dengan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai kesehatan gigi dan mulut. Selanjutnya, siswa menerima edukasi interaktif tentang fungsi gigi, penyebab karies, pentingnya menjaga kebersihan gigi, hingga kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari, seperti menyikat gigi dua kali sehari, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter.

Materi kemudian diperkuat melalui demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar dan praktik bersama menggunakan metode learning by doing. Pendekatan ini memungkinkan peserta langsung mempraktikkan materi yang telah diterima sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.

Untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan, peserta kembali mengerjakan posttest setelah seluruh rangkaian edukasi selesai. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 70,63 persen sebelum edukasi menjadi 94,44 persen setelah kegiatan berlangsung. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 23,81 poin persentase atau sekitar 33,72 persen dibandingkan kondisi awal.

Elnysa Jaenwucs Patallo berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui Program SIGAP, saya berharap anak-anak tidak hanya mengetahui cara menyikat gigi yang benar, tetapi juga mampu menerapkannya setiap hari serta membiasakan perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari gigi berlubang sejak usia dini,” ujarnya.

Program SIGAP menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui edukasi sejak usia sekolah dasar, diharapkan kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat tumbuh lebih dini sehingga membantu menekan risiko terjadinya karies pada anak.

Facebook Comments Box