MataKita.co, Gowa – Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (IKA FEBI) UIN Alauddin Makassar menggelar pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk “Green Jihad & National Resilience: Strategi Politik Ekonomi Syariah Menghadapi Krisis Global”, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui Zoom ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas alumni lintas angkatan, akademisi, mahasiswa, dan praktisi ekonomi. Selain menjadi momentum regenerasi kepengurusan, kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai peran ekonomi syariah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., mengatakan kekuatan sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik mahasiswanya, tetapi juga oleh kontribusi nyata alumninya di tengah masyarakat.
Ia menilai IKA FEBI merupakan salah satu ikatan alumni fakultas yang paling aktif di lingkungan UIN Alauddin Makassar, bahkan termasuk yang teraktif setelah Ikatan Alumni Fakultas Syariah dan Hukum.
“Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi alumni FEBI untuk terus berkontribusi aktif, tidak hanya bagi almamater, tetapi juga bagi penguatan ekonomi syariah di tengah tantangan krisis global. Kepengurusan yang baru harus mampu menjadi katalisator perubahan, menjembatani teori akademik dengan praktik kebijakan di lapangan,” ujarnya.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan oleh Ketua IKA UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Idrus Marham, M.Si., yang dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan pengurus baru. Ketua IKA FEBI UIN Alauddin Makassar, Mega Oktaviany, Ph.D., menyampaikan bahwa kepengurusan baru berkomitmen memperkuat peran alumni sebagai mitra strategis kampus sekaligus mendorong pengembangan ekonomi syariah di berbagai sektor.
Seminar nasional menghadirkan tiga narasumber dari berbagai disiplin ilmu, yakni Prof. Dr. H. Didin S. Damanhuri, S.E., M.S., D.E.A., Prof. Dr. Drs. Adv. Ganjar Razuni, S.H., M.Si., dan Assoc. Prof. Dr. MT. Natalis Situmorang, dengan moderator Dr. Supriadi, S.E.I., M.E.I.
Dalam paparannya, Prof. Didin menekankan pentingnya transformasi struktural ekonomi nasional melalui pendekatan ekonomi syariah yang berorientasi pada sektor riil, pemerataan, dan keberlanjutan. Menurutnya, instrumen seperti zakat, infak, wakaf, dan green sukuk dapat menjadi alternatif pembiayaan pembangunan yang mendukung ketahanan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Prof. Ganjar Razuni menyoroti pentingnya regulasi yang kuat untuk mendukung pengembangan ekonomi hijau berbasis syariah. Ia menilai kepastian hukum dan tata kelola yang baik menjadi faktor utama dalam mendorong investasi berkelanjutan sekaligus melindungi lingkungan.
Adapun Assoc. Prof. Natalis Situmorang menjelaskan bahwa ketahanan nasional memerlukan dukungan kebijakan publik yang terintegrasi. Menurutnya, penguatan ketahanan pangan, energi hijau, dan kelembagaan politik menjadi kunci meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai implementasi ekonomi syariah, hilirisasi sumber daya alam, hingga peran perguruan tinggi dan alumni dalam mendukung pembangunan nasional. Forum tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, alumni, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, IKA FEBI UIN Alauddin Makassar berencana menyusun policy brief yang akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan di tingkat daerah maupun nasional. Langkah tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata alumni dalam merumuskan kebijakan ekonomi syariah yang adaptif terhadap tantangan global.








































