Matakita.co, Maros – Yayasan Pendidikan An-Nas Az-Zahra Indonesia Sulawesi Selatan terus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada seluruh peserta didik melalui pembiasaan ibadah yang dilaksanakan secara konsisten setiap hari. Program ini diterapkan di seluruh jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan, yaitu SD IT An-Nas Mandai, SMP Islam An-Nas Mandai, dan SMA IT An-Nas Mandai.
Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khas pembinaan karakter islami di lingkungan sekolah adalah pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembiasaan sebelum proses pembelajaran dimulai. Para siswa dibimbing oleh guru-guru Ummi yang telah mendapatkan pelatihan sehingga pembelajaran berlangsung dengan baik, terarah, dan sesuai standar mutu Metode Ummi.
Melalui kegiatan tahsin dan tahfiz Al-Qur’an, peserta didik tidak hanya dibimbing agar mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil dan benar, tetapi juga dibiasakan untuk mencintai Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Suasana belajar yang kondusif, penuh semangat, dan menyenangkan menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan program ini.
Selain pembelajaran Al-Qur’an, pembiasaan ibadah lainnya seperti salat berjamaah, doa harian, zikir, serta pembentukan akhlak mulia terus menjadi bagian dari budaya sekolah. Dengan demikian, Yayasan Pendidikan An-Nas Az-Zahra Indonesia Sulsel tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kepala Sekolah Radiah Annisa,S.S.,M.Hum.,Gr menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik. “Kami berharap setiap siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin dalam beribadah, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Metode Ummi menjadi salah satu ikhtiar kami untuk melahirkan generasi Qur’ani yang cinta belajar dan cinta mengamalkan nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Ummi Yayasan Pendidikan An-Nas Az-Zahra Indonesia Sulsel Anita,S.Pd.I.,Gr mengatakan bahwa keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya diukur dari kemampuan membaca, tetapi juga dari tumbuhnya kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an. “Kami terus berupaya menjaga kualitas pembelajaran melalui pendampingan guru, murojaah yang berkelanjutan, serta kerja sama dengan orang tua agar pembiasaan membaca Al-Qur’an juga terus dilakukan di rumah. Semoga ikhtiar ini menjadi jalan lahirnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi umat,” tuturnya.








































