Matakita.co, Makassar- Penguatan kualitas hidup Orang dengan HIV (ODHIV) tidak hanya bertumpu pada aspek medis semata, melainkan juga memerlukan pendampingan psikososial yang berkelanjutan. Hal inilah yang mendasari kolaborasi antara Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Saribattangku di bawah naungan Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS) Makassar dengan tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Hasanuddin melalui program “Pelukku Pelikmu”.
Program yang sejalan dengan tema PKM 2026 di bidang Kesehatan dan Gizi Masyarakat ini dipimpin oleh M. Aidil Akbar bersama anggota timnya, yaitu Andi Tenri Oja Anas, Alika Wahyuni, Annisaramah Menceng Azzahra, dan A.M. Bintang Ramadhan Galigo. Pendampingan ini menggunakan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang dikemas secara menarik dalam 15 kali pertemuan. Kegiatan diawali dengan Opening Hearts untuk membangun rasa percaya, lalu dilanjutkan dengan Heart2Hearts untuk saling berbagi kisah hidup. Peserta kemudian diajak mengelola pikiran negatif lewat HEARTalk, serta saling menghargai kelebihan masing-masing di sesi Reflection Space.
Untuk memupuk rasa menerima diri (self-acceptance), para peserta mengikuti sesi relaksasi dan melihat kisah sukses ODHIV lain di Inside the Journey. Setelah itu, keyakinan diri (self-efficacy) peserta diasah lewat kegiatan produktif seperti memasak, meronce, dan menanam dalam sesi Inside Hope. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan Empower Fest, yaitu panggung keberanian bagi para peserta untuk menampilkan bakat dan potensi mereka di hadapan sesama anggota.
Ketua Tim PKM-PM, M. Aidil Akbar, merasa tersentuh melihat perubahan positif para peserta. “Para mitra yang tadinya canggung dan menutup diri, kini menjadi lebih terbuka dan percaya diri. Bagi kami, Empower Fest adalah bukti nyata bahwa status kesehatan tidak menghalangi seseorang untuk terus berkarya,” tuturnya.
Perubahan ini juga dirasakan langsung oleh salah satu peserta berinisial ‘I’. ‘Melalui 15 kali pertemuan yang berfokus pada pengurangan stigma internal, penerimaan diri, dan keyakinan terhadap kemampuan pribadi, program dari Tim Pelukku Pelikmu PKM-PM Unhas telah menghadirkan ruang yang aman dan suportif bagi kami. Kami dapat mengeksplorasi potensi diri, mengembangkan kemampuan, serta membangun keberanian untuk mengekspresikan diri. Mewakili seluruh mitra, kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dan berharap kehadiran program ini dapat terus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan kami,’ ungkap ‘I’.
Melalui program ini, Tim PKM-PM Unhas berharap para peserta dapat terus menjaga rasa percaya diri mereka. Tim juga mengimbau masyarakat luas agar dapat melihat ODHIV dari karya dan kemampuan yang mereka miliki, bukan dari stigma yang selama ini melekat. (**)








































