Beranda Lensa Baruga Sipakatau dan Aplikasi Kesehatan Digital Diluncurkan di Desa Beroanging

Baruga Sipakatau dan Aplikasi Kesehatan Digital Diluncurkan di Desa Beroanging

0

MataKita.co, Jeneponto — Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BKMF Sinapsis FIKK Universitas Negeri Makassar (UNM) meluncurkan Baruga Sipakatau dan aplikasi SIPAKATAU di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Minggu (30/8/2026).

Program bertajuk “Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Baruga Sipakatau Berbasis Local Digital Health Center Beroanging dalam Mendukung SDGs Desa” itu memadukan pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan.

Baruga Sipakatau disiapkan sebagai ruang edukasi, pendampingan, dan pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara itu, aplikasi SIPAKATAU atau Sistem Kesehatan Terpadu dikembangkan untuk membantu kader dalam mengelola data dan memantau kondisi kesehatan masyarakat secara lebih terintegrasi.

Peluncuran program dihadiri Bupati Jeneponto Paris Yasir, Camat Bangkala Barat, Kepala Desa Beroanging Nurdin Nur, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Beroanging, dosen pendamping, perangkat desa, kader kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat.

Dosen Pendamping PPK Ormawa, Hezron Alhim Dos Santos, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

“Melalui Baruga Sipakatau dan aplikasi SIPAKATAU, kami ingin menghadirkan ruang serta sistem yang dapat membantu masyarakat dan kader memperoleh edukasi, melakukan pemantauan kesehatan, serta mendukung kegiatan kesehatan secara lebih terintegrasi,” ujar Hezron.

Menurut dia, keberadaan Baruga Sipakatau dan aplikasi SIPAKATAU tidak hanya ditujukan untuk mendukung pelaksanaan PPK Ormawa. Program tersebut diharapkan tetap digunakan dan dikembangkan setelah kegiatan mahasiswa berakhir.

“Keberlanjutan menjadi bagian penting dari program. Kami berharap Baruga Sipakatau dan SIPAKATAU terus dimanfaatkan serta dikembangkan bersama oleh pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat,” katanya.

Kepala Desa Beroanging Nurdin Nur menyatakan pemerintah desa mendukung pelaksanaan program tersebut. Kehadiran Baruga Sipakatau dan aplikasi SIPAKATAU dinilai dapat membantu kader sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

“Kami menyambut baik program ini karena diharapkan dapat membantu kader dan masyarakat meningkatkan kesadaran serta pelayanan di bidang kesehatan. Kami berharap program ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Nurdin.

Bupati Jeneponto Paris Yasir turut mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa. Menurut dia, program tersebut menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan di tingkat desa.

“Baruga Sipakatau dan aplikasi SIPAKATAU merupakan inovasi yang baik karena menggabungkan pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan teknologi dalam bidang kesehatan,” ujar Paris.

Ia berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat terus diperkuat agar program tersebut memberikan dampak berkelanjutan.

Peresmian ditandai dengan pemasangan rompi kepada Bupati Jeneponto, Kepala Desa Beroanging, dan Ketua TP PKK Desa Beroanging sebagai simbol dukungan terhadap program. Tim pelaksana juga menyerahkan karikatur sebagai bentuk apresiasi kepada para pemangku kepentingan.

Baruga Sipakatau dan aplikasi SIPAKATAU kemudian diresmikan secara simbolis melalui penerbangan balon oleh Bupati Jeneponto bersama dosen pendamping, kepala desa, Ketua TP PKK, dan Tim Pelaksana PPK Ormawa.

Selain itu, Camat Bangkala Barat meresmikan Baruga Sipakatau Kesehatan Lansia di Dusun Panaikang, Desa Beroanging. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi ruang edukasi, pemantauan, dan pelayanan kesehatan yang lebih dekat bagi kelompok lanjut usia.

Kehadiran Baruga Sipakatau dan aplikasi SIPAKATAU diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap edukasi dan pendampingan kesehatan sekaligus memperkuat pengelolaan informasi kesehatan berbasis digital di tingkat desa.

Facebook Comments Box