Beranda Kampus Wakil Rektor Akademik UNM Perkuat Pendidikan Agama untuk Kampus Inklusif

Wakil Rektor Akademik UNM Perkuat Pendidikan Agama untuk Kampus Inklusif

0

Matakita.co, Makasar — Universitas Negeri Makassar (UNM) memperkuat pengelolaan pendidikan agama melalui kebijakan akademik yang memberikan layanan pembelajaran sesuai dengan agama mahasiswa. Penguatan ini didorong Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Andi Aslinda, sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan yang inklusif sekaligus memperkuat karakter toleran mahasiswa.

Dukungan tersebut mencakup penyusunan kurikulum akademik, penjadwalan perkuliahan, penyediaan fasilitas, hingga pembiayaan tenaga pengajar pendidikan agama. Sistem administrasi akademik juga diperkuat agar pembelajaran dan penginputan nilai dapat berjalan secara terintegrasi.

Kepala Pusat Layanan Mata Kuliah Umum LP2MP UNM, Dr. Mustari, mengatakan pendidikan agama telah lama menjadi bagian dari penyelenggaraan mata kuliah umum (MKU) di UNM. Mahasiswa memperoleh layanan pembelajaran dari dosen sesuai dengan agama masing-masing.

Menurut Mustari, dalam enam tahun terakhir pengelolaan pendidikan agama semakin diperkuat, terutama dari sisi administrasi dan sistem akademik. Penguatan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kebijakan Wakil Rektor Bidang Akademik UNM.

“Pihak akademik kampus, dalam hal ini pimpinan universitas melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Andi Aslinda, sangat mendukung, mulai dari penyusunan kurikulum akademik di UNM, penyiapan jadwal, fasilitas, bahkan perhatian besar terhadap honor dosen LB pendidikan agama setiap semester,” kata Mustari.

Seluruh dosen pendidikan agama yang mengajar di UNM telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Dosen Luar Biasa (LB) yang diterbitkan rektor. Mereka antara lain mengampu Pendidikan Agama Kristen Protestan, Katolik, dan Hindu serta telah memiliki akun Sistem Informasi Akademik (SIA).

Penguatan sistem tersebut, menurut Mustari, membuat penyelenggaraan perkuliahan semakin tertata. Koordinasi dilakukan dengan fakultas untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kurikulum masing-masing program studi pada setiap semester.

“Respons mahasiswa sangat baik. Perkuliahan berjalan lancar sesuai jadwal masing-masing dosen agama, bahkan pemasukan nilai mencapai 100 persen dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

UNM juga memberikan pelatihan dan lokakarya untuk meningkatkan kompetensi dosen yang mengampu mata kuliah umum dan mata kuliah wajib kurikulum. Koordinasi antara bidang akademik universitas dan dosen turut dilakukan dalam proses penginputan nilai pendidikan agama.

“Semua berjalan dengan baik. Tepat pembelajaran, tepat pemasukan nilai,” kata Mustari.

Salah satu pengajar pendidikan agama, Pdt. Krissandar Teguh Putra dari Gereja Toraja Mamasa (GTM), menilai dukungan sistem akademik UNM memberikan ruang bagi pengembangan pendidikan yang lebih inklusif di perguruan tinggi.

Menurut dia, pendidikan agama tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter yang toleran serta menghargai keberagaman dalam kehidupan beragama dan berbangsa.

“Kolaborasi bersama UNM membawa angin segar dalam mendorong pendidikan yang inklusif terhadap layanan pendidikan di perguruan tinggi dan juga mendorong terciptanya karakter yang penuh toleransi dalam agama dan kebangsaan,” kata Krissandar.

Para pengajar juga dilibatkan dalam pelatihan pendidikan karakter bagi mahasiswa. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sikap toleran sekaligus membangun daya tangkal mahasiswa terhadap intoleransi dan radikalisme.

Krissandar menilai dukungan kebijakan akademik di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Akademik menjadi bagian penting dalam memastikan pembelajaran tidak berhenti pada pencapaian akademik.

“Dengan dukungan sistem akademik melalui peran Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Andi Aslinda, terkait program penguatan karakter, pembelajaran selain memenuhi capaian akademik, juga membentuk mahasiswa yang memiliki sikap toleran, terbuka, dan menghargai perbedaan,” ujarnya.

Penguatan pendidikan agama tersebut menjadi bagian dari upaya UNM membangun lingkungan akademik yang memberikan layanan kepada mahasiswa secara setara sekaligus menjadikan keberagaman sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Facebook Comments Box