MataKita.co, Makassar – Adhisti Maitza Pranaya Ahmad, siswa SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar, meraih Juara I Lomba Bertutur bagi Siswa SD/MI Tingkat Kota Makassar 2026. Kemenangan tersebut mengantarkannya menjadi wakil Kota Makassar pada ajang Lomba Bertutur Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Adhisti dinobatkan sebagai juara setelah menyisihkan puluhan peserta dan tampil sebagai yang terbaik pada grand final yang digelar di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar, Selasa (21/7/2026). Ia membawakan cerita berjudul Teman Baru untuk Tandampalik dan memperoleh nilai 2.718 berdasarkan penilaian dewan juri.
Lomba Bertutur Tahun 2026 merupakan penyelenggaraan ke-14 sejak pertama kali digelar pada 2010. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sekaligus pembinaan literasi anak yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Posisi Juara II diraih A. Divya Elina A. Gafar dari SD Inpres Rappo Jawa Makassar yang membawakan cerita Nyunyi dan Labuaja dengan nilai 2.675. Sementara Juara III diraih Ghina Althafunnisa dari SD Inpres Antang I Makassar melalui cerita Karaeng Patingaloang dan I Maninrori dengan nilai 2.659.
Panitia juga menetapkan pemenang kategori Harapan, yakni Maisha Adeiva dari SD Hangtuah Makassar sebagai Harapan I, Anindya Gendis Thalita Putri dari SD Negeri 67 Rappokalling Makassar sebagai Harapan II, serta Abid Firaz Yuswan dari SD Negeri Kompleks Sambung Jawa Makassar sebagai Harapan III.
Adapun kategori Juara Favorit diberikan kepada Nara Adhelia Sumardi Putri dari SD Inpres Maccini Baru Makassar, Azqaira Zenara Ivandi dari SD Islam Al-Azhar 68 Summarecon Mutiara Makassar, Ahkam Mujaddid Azizi dari MI Al Bashirah Makassar, dan Andita Fanani Asbar dari SD Inpres Mallengkeri Bertingkat Makassar.
Para juara memperoleh penghargaan sesuai kategori. Juara I, II, dan III menerima uang pembinaan, sertifikat, plakat akrilik, serta bingkisan. Sementara juara harapan memperoleh sertifikat, plakat, dan bingkisan, sedangkan juara favorit menerima sertifikat dan bingkisan. Seluruh peserta beserta guru pendamping juga menerima sertifikat dan cendera mata dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar.
Grand final turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, bersama Kepala Seksi Layanan Perpustakaan Umum UPT Perpustakaan Sulawesi Selatan, Hj. Feby Primajanti. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap penguatan budaya baca dan pelestarian budaya melalui tradisi bertutur.
Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dr. Aryati Puspasari Abady, mengatakan lomba tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi sarana pembinaan karakter dan literasi anak sejak usia dini.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Anak Nasional Tahun 2026 sekaligus menjadi salah satu strategi Dinas Perpustakaan Kota Makassar dalam meningkatkan budaya baca masyarakat sejak usia dini. Kami berharap anak-anak yang tampil hari ini tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, mencintai budaya lokal, berpikir kritis, dan mampu menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya,” ujar Aryati.
Ia menambahkan, juara pertama akan dipersiapkan secara intensif untuk mewakili Kota Makassar pada Lomba Bertutur Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Jika berhasil lolos, peserta tersebut akan melanjutkan kompetisi hingga tingkat nasional.
Sementara itu, Ketua Panitia, Tulus Wulan Juni, mengatakan antusiasme sekolah-sekolah di Kota Makassar terhadap Lomba Bertutur terus meningkat setiap tahun. Menurut dia, sepuluh finalis terbaik akan tetap dibina dan dilibatkan dalam berbagai program literasi Dinas Perpustakaan Kota Makassar.
“Kami ingin mereka menjadi duta literasi yang mampu menginspirasi teman-temannya untuk gemar membaca dan mencintai budaya daerah,” kata Tulus.
Melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur Tahun ke-14, Dinas Perpustakaan Kota Makassar berharap kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat terus memperkuat ekosistem literasi sehingga lahir generasi muda yang gemar membaca, kreatif, dan berkarakter.








































