MataKita.co, Makassar – Prosesi wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal perjalanan baru untuk berkarya di tengah masyarakat. Di tengah tantangan dunia yang semakin kompetitif, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga visi yang jelas, kemampuan membangun jejaring, serta karakter yang kuat.
Pesan tersebut disampaikan dua akademisi internasional, Prof. Babatunde Olamide Bamgbose dari Bayero University, Kano, Nigeria, dan Prof. Azeez Butali dari The University of Iowa, Amerika Serikat, dalam prosesi Wisuda Universitas Hasanuddin.
Guru Besar Oral and Maxillofacial Radiology, Prof. Bamgbose, mengajak para wisudawan berani memiliki mimpi besar sebagai langkah awal menuju kesuksesan. Menurutnya, setiap inovasi, kepemimpinan, dan pencapaian besar selalu berawal dari keberanian seseorang membayangkan masa depan yang ingin diwujudkan.
Namun, ia menegaskan bahwa mimpi harus ditransformasikan menjadi visi yang jelas dan diwujudkan melalui langkah-langkah yang terarah. Visi tersebut juga perlu dikomunikasikan secara efektif agar mampu membangun kepercayaan, menggerakkan orang lain, dan melahirkan kolaborasi.
“Belajarlah untuk bermimpi. Bermimpilah besar. Setelah itu, ubahlah mimpi menjadi visi. Ketika memiliki visi, komunikasikan dengan jelas sehingga orang lain memahami tujuan yang ingin Anda capai,” ujar Prof. Bamgbose.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu fondasi kepemimpinan. Peluang sering kali lahir bukan hanya karena kecerdasan akademik, tetapi juga dari kemampuan membangun hubungan yang didasarkan pada kepercayaan, karakter, dan tujuan bersama.
Pengalaman tersebut, kata Prof. Bamgbose, juga membawanya menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin. Kolaborasi yang awalnya terbangun bersama sivitas akademika Fakultas Kedokteran Gigi berkembang menjadi kemitraan yang lebih luas dengan pimpinan universitas.
Ia mengaku terkesan dengan arah pengembangan Universitas Hasanuddin yang dinilainya memiliki visi kuat dalam meningkatkan daya saing di tingkat global.
“Saya melihat Unhas memiliki arah yang jelas. Orang-orang di dalamnya memahami apa yang ingin dicapai dan terus bekerja bersama untuk mewujudkannya. Visi seperti inilah yang membangun kepercayaan dalam sebuah kolaborasi,” tuturnya.
Prof. Bamgbose menutup pesannya dengan mengingatkan para lulusan agar tetap memegang teguh visi yang dimiliki, menjaga karakter, serta menghargai setiap orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Sementara itu, Guru Besar Oral Pathology, Radiology and Medicine, Prof. Azeez Butali, mengajak para wisudawan memaknai kelulusan sebagai hasil dari proses panjang yang tidak ditempuh seorang diri.
Menurutnya, keberhasilan merupakan akumulasi dari pembelajaran, pengalaman menghadapi tantangan, hingga keberanian bangkit dari kegagalan. Seluruh proses tersebut membentuk kompetensi sekaligus karakter seorang profesional.
Prof. Butali menekankan bahwa di balik setiap keberhasilan selalu ada keluarga, dosen, mentor, sahabat, dan lingkungan akademik yang berperan sebagai sistem pendukung.
“Jangan pernah menganggap keberhasilan sebagai pencapaian individu. Akan selalu ada orang-orang yang mendukung, membimbing, dan membuka pintu kesempatan bagi perjalanan Anda,” ungkapnya.
Ia mengajak para lulusan untuk senantiasa bersyukur kepada keluarga dan seluruh sivitas akademika yang telah menjadi bagian dari proses pendidikan mereka. Baginya, menghargai setiap dukungan merupakan fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang rendah hati dan berintegritas.
Kehadiran kedua akademisi internasional tersebut memberikan perspektif bahwa keberhasilan di era global tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Kemampuan membangun visi, berkomunikasi secara efektif, memperluas jejaring, dan menjaga integritas menjadi modal penting bagi lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Melalui pesan yang mereka sampaikan, prosesi Wisuda Universitas Hasanuddin menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sesungguhnya baru dimulai, dengan mimpi besar, visi yang jelas, kolaborasi yang kuat, dan integritas sebagai bekal utama untuk memberi kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.








































