Beranda Kampus Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Gelar Edukasi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, dan Pemberdayaan...

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Gelar Edukasi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Arateng

0

Matakita.co, Sidrap- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin Angkatan 69 sukses menyelenggarakan Seminar Awal Program Kerja di Ruang Aula Masyarakat, Kantor Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang pada 14 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08:30 hingga 11:20 WITA ini menjadi tonggak awal kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mewujudkan transformasi kesehatan di wilayah Arateng. Seminar ini dihadiri oleh 50 orang tamu undangan yang terdiri dari berbagai elemen strategis masyarakat dan pemangku kepentingan pemerintahan daerah setempat.

Jajaran tamu undangan yang turut hadir meliputi Camat Tellu Limpoe, Kepala Puskesmas Amparita, Kepala Kelurahan beserta staf Kelurahan Arateng, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua Tim Penggerak PKK, serta Bidan Kelurahan Arateng. Kehadiran tokoh masyarakat juga diperkuat oleh keterlibatan aktif Kader Tuberkulosis Kecamatan Tellu Limpoe, Kader Posyandu Kelurahan Arateng, Kepala Lingkungan I Palla’E, Kepala Lingkungan II Lasalama, Kepala UPT SD Negeri 1 dan 2 Amparita, Kepala TK Dara Lestari, Imam Kelurahan Arateng, serta para tokoh masyarakat, pemuda, agama, dan Majelis Taklim Kelurahan Arateng.

Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini dibimbing langsung oleh Supervisor, dr. Nuriah Iftitah Dedikasih Dachlan, M. Biomed, dengan mengusung sinergi tim mahasiswa interdisipliner. Tim ini dipimpin oleh Ariel Apriansyah Mansyur dari program studi Farmasi selaku Koordinator Desa. Jajaran kepengurusan inti diperkuat oleh Jennifer Jill Nitte dari Psikologi sebagai Sekretaris dan Zainah Zahra Aulia dari Kedokteran Hewan sebagai Bendahara. Sementara itu, jajaran divisi diisi oleh Fatmawati dari Pendidikan Dokter Umum serta Nabila Dwi Apriliana dari Kesehatan Masyarakat di Divisi PDD, Salsabila Dahlan dari Kesehatan Masyarakat di Divisi Humas, serta Andi Sakinah Mulya Panaungi dari Kedokteran Gigi dan St. Suleha Ali dari Fisioterapi di Divisi Perlengkapan.

Tujuan utama dari KKN Profesi Kesehatan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui langkah-langkah preventif, edukatif, dan deteksi dini secara berkesinambungan. Sebagai pilar utama kegiatan kelompok, tim meluncurkan program bertajuk “Cek Kesehatan Gratis: Deteksi Dini untuk Masyarakat Sehat Kelurahan Arateng”. Program ini berfokus pada deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) melalui skrining komprehensif yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Selain itu, dilakukan pula penimbangan dan pengukuran status gizi serta skrining kesehatan indera, kesehatan gigi dan mulut, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa.

Guna memperkuat intervensi kesehatan secara spesifik, masing-masing mahasiswa juga memaparkan program kerja individunya. Dari disiplin keilmuan Psikologi, Jennifer Jill Nitte menghadirkan pendampingan stimulasi perkembangan anak usia 3-5 tahun pada masa golden age melalui media bermain Kartu Aktivitas Stimulasi Perkembangan di rumah. Dari keilmuan Pendidikan Dokter, Fatmawati mengusung “Gerakan Anak Sehat” berupa edukasi interaktif pencegahan diare melalui Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta praktik cuci tangan pakai sabun di SDN 1 dan SDN 2 Amparita. Serta dari rumpun Kesehatan Masyarakat, Salsabila Dahlan membawakan penyuluhan “Kenali Hipertensi, Jaga Kesehatan Sejak Dini” dengan leaflet interaktif, yang diperkuat oleh Nabila Dwi Apriliana melalui program Senam Hipertensi “GESIT” (Gerak Sehat Cegah Hipertensi).

Rangkaian program individu berlanjut dari disiplin Kedokteran Hewan melalui inisiatif Zainah Zahra Aulia bertajuk “Kenali, Cegah, dan Laporkan” untuk mengedukasi mitigasi rabies dan kesejahteraan hewan bagi siswa sekolah dasar. Di sektor kesehatan mulut, Andi Sakinah Mulya Panaungi mencetuskan program “DETEKTIF GIGI” guna meluruskan mitos sakit gigi dan memberikan pemahaman pertolongan pertama. Bidang Fisioterapi diwakili oleh St. Suleha Ali dengan program “Postur Tepat, Anak Hebat” untuk mencegah kelainan tulang belakang anak sekolah. Menutup deretan program individu, Ariel Apriansyah Mansyur dari bidang Farmasi mengusung penguatan literasi Maternal-Fetal Health melalui metode door-to-door education, berfokus pada edukasi konsumsi suplementasi zat besi, asam folat, dan DHA, serta deteksi dini risiko hipertensi dan diabetes gestasional bagi ibu hamil.

Sesi diskusi interaktif menjadi bagian krusial dalam seminar ini untuk menyerap aspirasi warga secara langsung. “Di wilayah kita ini sepertinya perlu ada fokus edukasi DBD seiring adanya dua laporan kasus suspek,” ucap Hj. Hadrah selaku perwakilan Majelis Taklim. Merespons kekhawatiran warga tersebut, Ariel Apriansyah Mansyur selaku Koordinator Desa memberikan penjelasannya secara ilmiah dan preventif. “Baik bu, DBD sampai saat ini belum ada obat farmakologisnya, yang ada hanyalah terapi hidrasi. Edukasi adalah langkah preventif terbaik. Oleh karena itu, program PHBS kami tidak hanya akan fokus pada diare, melainkan akan diperluas secara umum sebagai langkah memutus mata rantai DBD,” ucap Ariel Apriansyah Mansyur.

Diskusi berlanjut ketika masukan terkait pelaksanaan senam hipertensi disampaikan oleh perwakilan kader. “Program senam hipertensi ini sangat bagus, namun kalau bisa pesertanya jangan dibatasi dan lokasinya dipindahkan ke lapangan terbuka, jangan di kolong rumah warga,” ucap Fitriani selaku Kader Masyarakat.

Menanggapi masukan tersebut, Salsabila Dahlan selaku penanggung jawab program memberikan kepastian terkait kelancaran kegiatan lapangan. “Baik ibu, target 20 orang yang dipaparkan hanyalah sasaran minimum kami, bukan batas maksimum. Terkait lokasi, kami akan segera mengupayakan agar senam dapat dilaksanakan di Lapangan Arateng,” ucap Salsabila Dahlan.

Masukan mendalam juga disampaikan oleh perwakilan tokoh agama mengenai isu kesehatan yang dihadapi warga Arateng. “Penting sekali untuk meluruskan stigma negatif terkait Tuberkulosis di masyarakat, serta perlu adanya koordinasi yang jelas untuk menangani masalah stunting,” ucap Bapak Muh Subhan selaku Tokoh Agama.

Ariel Apriansyah Mansyur kembali memberikan komitmen tegas tim KKN dalam menyikapi isu kesehatan masyarakat tersebut. “Terkait Tuberkulosis, penyebarannya bisa terjadi di mana saja dan ini bisa disembuhkan melalui kepatuhan konsumsi obat yang ketat. Ini akan kami masukkan ke dalam program kerja kami. Untuk isu stunting, materinya akan diintegrasikan langsung ke dalam program edukasi ibu hamil, dan kami akan terus berkoordinasi erat dengan Bidan Arateng serta Puskesmas Amparita,” ucap Ariel Apriansyah Mansyur.

Antusiasme dan sinergi yang terjalin selama Seminar Awal ini membuktikan komitmen nyata Universitas Hasanuddin untuk hadir dan berdampak langsung bagi masyarakat desa. Dengan semangat High Integrity, High Impact, seluruh tim KKN-PK Angkatan 69 Kelurahan Arateng bersiap melangkah bersama warga dan pemangku kepentingan daerah guna mewujudkan taraf kesehatan masyarakat yang lebih baik, mandiri, dan berdaya secara berkelanjutan. (**)

Facebook Comments Box