Beranda Kampus Mahasiswa KKNT Unhas Terapkan Green SOP, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Stone...

Mahasiswa KKNT Unhas Terapkan Green SOP, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Stone Cafe

0

MataKita.co, Parepare – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menerapkan Green Standard Operating Procedure (Green SOP) untuk membantu UMKM Stone Cafe membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Program bertajuk “Implementasi Green SOP sebagai Upaya Optimalisasi Pengelolaan Sampah pada UMKM” tersebut dilaksanakan oleh Alyssa Diandra Hendraputri, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas, Selasa (28/7/2026).

Program diawali dengan koordinasi bersama pengelola Stone Cafe kota Parepare dilanjutkan observasi terhadap kondisi pengelolaan sampah dan alur operasional kafe. Wawancara dengan pemilik usaha juga dilakukan untuk memetakan kebutuhan serta permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan sampah sehari-hari.

Berdasarkan hasil observasi tersebut, Alyssa menyusun Green SOP yang disesuaikan dengan karakteristik operasional Stone Cafe. Pedoman tersebut kemudian dikembangkan menjadi Green SOP Kit yang terdiri dari buku panduan digital, checklist digital, dan poster alur pemilahan sampah.

Seluruh panduan tersebut diintegrasikan dalam satu kode QR sehingga dapat diakses dengan mudah oleh pemilik maupun karyawan Stone Cafe.

Dalam pelaksanaannya, pemilik dan karyawan juga mendapatkan pelatihan mengenai pengelolaan sampah serta kaitannya dengan kebersihan, kenyamanan, dan keberlanjutan usaha.

Materi pelatihan mencakup pengenalan jenis sampah, tata cara pemilahan, prosedur Green SOP sebelum, selama, dan setelah kegiatan operasional, serta pembagian tanggung jawab karyawan.

Peserta selanjutnya mengikuti simulasi penerapan Green SOP dalam aktivitas sehari-hari. Poster mengenai alur pemilahan sampah turut dipasang di area kafe sebagai media pengingat bagi karyawan.

Alyssa mengatakan, Green SOP dirancang agar pelaku UMKM memiliki pedoman pengelolaan sampah yang praktis dan dapat diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional.

“Green SOP dirancang sebagai pedoman operasional yang mudah diterapkan oleh pelaku UMKM. Melalui Green SOP Kit berbasis QR Code, seluruh panduan dan media pendukung dapat diakses kapan saja sehingga pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari, bukan hanya diterapkan saat pelatihan berlangsung,” ujar Alyssa.

Pemilik Stone Cafe menyambut positif penerapan Green SOP tersebut. Menurut dia, panduan yang diberikan dapat membantu pengelola dan karyawan menerapkan pengelolaan sampah secara lebih terarah.

“Program ini memberikan solusi yang praktis karena seluruh panduan tersusun dengan jelas dan mudah diakses. Kami berharap Green SOP dapat membantu meningkatkan kedisiplinan dalam menjaga kebersihan sekaligus mendukung operasional usaha yang lebih ramah lingkungan,” tuturnya.

Penerapan Green SOP kemudian dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi bersama pemilik usaha untuk melihat pelaksanaan prosedur dalam kegiatan operasional kafe.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKNT Unhas berharap Green SOP dapat menjadi salah satu model sederhana pengelolaan sampah yang dapat diterapkan pelaku UMKM sekaligus mendorong praktik usaha yang lebih ramah lingkungan.

Program ini juga diarahkan untuk mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yakni SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Facebook Comments Box