MataKita.co, Bantaeng — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi pencegahan tindakan kriminalitas bagi siswa sekolah dasar di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang menjadi program kerja tingkat Kecamatan Bantaeng tersebut diarahkan untuk mengenalkan berbagai bentuk tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain di lingkungan sekolah.
Dalam sosialisasi itu, siswa mendapat pemahaman mengenai perundungan (bullying), pencurian, serta perilaku yang bertentangan dengan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Siswa juga diajak memahami dampak dari berbagai tindakan tersebut terhadap korban maupun lingkungan sekolah.
Koordinator Kecamatan Bantaeng KKN-T Unhas, Jordian Baptista Paundanan, mengatakan, edukasi sejak dini penting untuk memperkuat karakter sekaligus membangun kesadaran siswa mengenai perilaku yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian kepada sesama. Sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk karakter yang akan menjadi bekal siswa dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Jordian.
Sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Mahasiswa KKN-T Unhas juga mengemas kegiatan dalam bentuk diskusi, simulasi sederhana, dan permainan edukatif.
Pendekatan interaktif tersebut diharapkan memudahkan siswa memahami materi sekaligus mendorong mereka lebih terbuka dalam menceritakan pengalaman ataupun persoalan yang ditemui di lingkungan sekolah.
Menurut Jordian, penguatan karakter sejak usia sekolah dasar dapat menjadi salah satu fondasi untuk mencegah munculnya perilaku yang mengarah pada perundungan maupun tindakan merugikan orang lain.
Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pendidikan karakter serta penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
“Besar harapan kami nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Pendidikan yang disertai penguatan karakter sejak dini diharapkan dapat menjadi dasar dalam membentuk generasi yang cerdas, bermoral, beretika, dan memiliki integritas,” kata Jordian.








































