MataKita.co, Jeneponto — Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) membenahi pengelolaan Perpustakaan Energi Muda di Dusun Mattoanging, Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.
Pembenahan dilakukan melalui program “Tata Pustaka (Program Pengelolaan Perpustakaan)” yang berlangsung pada 7 Juli hingga 6 Agustus 2026. Program tersebut menyasar penataan ruang dan koleksi agar perpustakaan lebih nyaman serta memudahkan masyarakat, terutama anak-anak, dalam mengakses bahan bacaan.
Perpustakaan Energi Muda dikelola Komunitas Energi Muda yang berbasis di Desa Barana. Pada 2025, perpustakaan tersebut mendapatkan bantuan sebanyak 1.000 judul Bacaan Bermutu Anak.
Banyaknya koleksi tersebut membuat pengelolaan buku menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar bahan bacaan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Penanggung jawab program Tata Pustaka, Muhajirin Mustamin, mengatakan pembenahan dilakukan mulai dari inventarisasi hingga penataan buku berdasarkan kategori tertentu.
“Kami fokus menata koleksi agar pengelolaan perpustakaan menjadi lebih teratur, mulai dari inventarisasi, pelabelan, hingga penjajaran buku,” kata Muhajirin.
Mahasiswa Ilmu Politik Unhas angkatan 2023 itu menjelaskan, program Tata Pustaka mencakup tiga kegiatan utama, yakni penataan ruang, inventarisasi dan pelabelan koleksi, serta penjajaran buku berdasarkan ukuran dan kategori usia.
Selain menata koleksi, mahasiswa KKN juga membuat sudut baca. Kehadiran sudut baca tersebut diharapkan membuat suasana perpustakaan lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung, khususnya anak-anak.
Pengelola Perpustakaan Energi Muda sekaligus Ketua Komunitas Energi Muda, Vivi Alviana, mengapresiasi pembenahan yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas. Menurut dia, program tersebut membantu pengelola dalam menata ruang maupun koleksi yang tersedia.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program Tata Pustaka ini karena perpustakaan bisa lebih tertata dengan baik, baik dari segi ruang maupun koleksi bukunya,” ujar Vivi.
Muhajirin menambahkan, penataan perpustakaan tidak hanya ditujukan untuk menciptakan ruang yang lebih rapi. Pengelolaan koleksi yang sistematis juga diperlukan agar pengunjung lebih mudah menemukan bahan bacaan sesuai kebutuhan dan usia mereka.
“Penataan ini bukan hanya soal merapikan buku, tetapi juga membuat koleksi lebih mudah ditemukan dan digunakan oleh pengunjung,” kata Muhajirin.
Program Tata Pustaka menjadi bagian dari rangkaian KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Unhas di Desa Barana. Melalui pembenahan tersebut, mahasiswa berharap Perpustakaan Energi Muda dapat semakin optimal menjadi ruang literasi yang mudah diakses dan dimanfaatkan masyarakat.








































