MataKita.co, Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui pengolahan kelapa menjadi minyak di Desa Bualo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan inovasi sederhana yang dapat memberikan nilai tambah bagi hasil perkebunan masyarakat.
Kelapa yang selama ini menjadi salah satu potensi perkebunan di Desa Bualo dimanfaatkan mahasiswa KKD UMGO sebagai bahan baku produk olahan. Melalui beberapa tahapan pengolahan, kelapa diproses hingga menghasilkan minyak yang kemudian dikemas sebagai produk yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada menghasilkan produk, tetapi juga menjadi pengalaman dalam memahami proses pengembangan usaha berbasis potensi desa. Mahasiswa terlibat mulai dari menyiapkan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan produk.
Kepala Desa Bualo, Ramin K. Musa, S.M., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKD UMGO. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mendorong masyarakat untuk melihat potensi kelapa tidak hanya sebagai hasil perkebunan, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Kami sangat mendukung kegiatan mahasiswa KKD UMGO ini. Potensi kelapa di desa cukup banyak dan melalui kegiatan seperti ini masyarakat bisa melihat bahwa kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKD UMGO, Abdul Zalil Abas, berharap melalui kegiatan ini, produk minyak kelapa dapat terus dikembangkan, terutama dari sisi kualitas, kemasan, dan pemasaran.
“Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang agar hasil perkebunan masyarakat tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi mampu diolah menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi,” tandasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi gambaran kontribusi mahasiswa UMGO selama berada di tengah masyarakat. Melalui KKD, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga belajar membaca potensi desa dan menghadirkan gagasan yang dapat memberikan manfaat secara langsung.
Dengan dukungan pemerintah desa dan masyarakat, pemanfaatan potensi kelapa di Desa Bualo diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi salah satu peluang ekonomi lokal. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk melihat potensi yang ada di sekitar sebagai sumber daya yang dapat diolah dan memiliki nilai ekonomi.
Kampus Unggul dan Berkemajuan – Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui pengolahan kelapa menjadi minyak di Desa Bualo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan inovasi sederhana yang dapat memberikan nilai tambah bagi hasil perkebunan masyarakat.
Kelapa yang selama ini menjadi salah satu potensi perkebunan di Desa Bualo dimanfaatkan mahasiswa KKD UMGO sebagai bahan baku produk olahan. Melalui beberapa tahapan pengolahan, kelapa diproses hingga menghasilkan minyak yang kemudian dikemas sebagai produk yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada menghasilkan produk, tetapi juga menjadi pengalaman dalam memahami proses pengembangan usaha berbasis potensi desa. Mahasiswa terlibat mulai dari menyiapkan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan produk.
Kepala Desa Bualo, Ramin K. Musa, S.M., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKD UMGO. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mendorong masyarakat untuk melihat potensi kelapa tidak hanya sebagai hasil perkebunan, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Kami sangat mendukung kegiatan mahasiswa KKD UMGO ini. Potensi kelapa di desa cukup banyak dan melalui kegiatan seperti ini masyarakat bisa melihat bahwa kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKD UMGO, Abdul Zalil Abas, berharap melalui kegiatan ini, produk minyak kelapa dapat terus dikembangkan, terutama dari sisi kualitas, kemasan, dan pemasaran.
“Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang agar hasil perkebunan masyarakat tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi mampu diolah menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi,” tandasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi gambaran kontribusi mahasiswa UMGO selama berada di tengah masyarakat. Melalui KKD, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga belajar membaca potensi desa dan menghadirkan gagasan yang dapat memberikan manfaat secara langsung.
Dengan dukungan pemerintah desa dan masyarakat, pemanfaatan potensi kelapa di Desa Bualo diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi salah satu peluang ekonomi lokal. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk melihat potensi yang ada di sekitar sebagai sumber daya yang dapat diolah dan memiliki nilai ekonomi.








































