Beranda Kampus Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas Olah Limbah Jadi Kompos, Lanjut Uji...

Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas Olah Limbah Jadi Kompos, Lanjut Uji Tanah di BRIN

0

MataKita.co, Bone – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM KPI Universitas Hasanuddin (Unhas) melanjutkan pengembangan Pabbura Mannennungeng dengan melakukan pengambilan sampel tanah pada lahan percontohan di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Pengambilan sampel dilakukan setelah kompos hasil pengolahan limbah pertanian dan peternakan diaplikasikan pada lahan percontohan Program Mannennungeng: Smart Hydro Loop.

Sampel tanah diambil pada Rabu (19/8/2026) oleh anggota Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas, Nur Ichsan dan Nyoman Adimas Saputra, yang memiliki latar belakang pendidikan Agroteknologi. Sampel tersebut selanjutnya akan dianalisis di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pengujian dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi tanah sekaligus menjadi bagian dari evaluasi pemanfaatan kompos pada lahan percontohan.

Dalam program Pabbura Mannennungeng, bahan organik yang tersedia di Desa Kajaolaliddong, seperti jerami dan kotoran hewan, diolah menggunakan Tumbling Composter. Kompos yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan kembali pada lahan pertanian.

Pemanfaatan bahan organik tersebut diarahkan untuk mendukung kondisi tanah bagi pertumbuhan tanaman. Kandungan bahan organik berperan dalam menjaga struktur tanah serta kemampuan tanah menyimpan air dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Tanaman juga membutuhkan sejumlah unsur hara, di antaranya nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Nitrogen berperan dalam mendukung pertumbuhan vegetatif, fosfor berkaitan dengan perkembangan akar dan pembentukan hasil, sedangkan kalium mendukung berbagai proses fisiologis tanaman.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan pengambilan sampel tanah diperlukan agar pengelolaan lahan pada tahap berikutnya dapat didasarkan pada data hasil analisis.

“Kami mengambil sampel tanah setelah pemberian kompos untuk mendapatkan gambaran kondisi tanah pada lahan percontohan. Hasil analisis nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi tim dalam melihat perkembangan kondisi tanah dan menentukan pengelolaan lahan pada tahap berikutnya,” kata Fadel.

Menurut Fadel, Pabbura Mannennungeng tidak hanya diarahkan untuk mengolah limbah pertanian dan peternakan, tetapi juga membangun pola pemanfaatan kembali bahan organik yang tersedia di desa.

“Melalui Pabbura, kami ingin mendorong agar potensi limbah yang ada di desa dapat dimanfaatkan kembali. Ketika diolah menjadi pupuk organik dan digunakan pada lahan, limbah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi tanah dan mendukung kebutuhan tanaman,” ujarnya.

Hasil analisis sampel tanah di BRIN nantinya akan menjadi bahan pertimbangan tim dalam menentukan langkah pengelolaan lahan selanjutnya.

Melalui rangkaian tersebut, limbah pertanian dan peternakan yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara optimal diharapkan dapat kembali ke lahan dalam bentuk kompos. Pola ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas untuk mendorong pengelolaan pertanian yang lebih berkelanjutan di Desa Kajaolaliddong.

Facebook Comments Box