Matakita.co, Makassar — Lima mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), menuntaskan program magang di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar.
Program magang tersebut berlangsung selama dua bulan, mulai 22 Juni hingga 21 Agustus 2026. Adapun penarikan mahasiswa secara resmi dilaksanakan pada Senin (24/8/2026) di BBPPKS Makassar.
Kegiatan penarikan dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha BBPPKS Makassar Yudha Perkasa Setiawan Bahar, S.ST., Pembimbing Lapangan Herni July Tumimomor, A.Md., serta Dosen Ilmu Administrasi Publik FISIP Unhas Rizal Pauzi, S.Sos., M.Si., selaku pembimbing akademik.
Kelima mahasiswa yang mengikuti program tersebut yakni Andi Alfiyyah Anugrah, Syarifah Wahdania, Rafiqa Lutfiah, Andi Muttiara Mattalatta, dan Mutia Andini.
Program magang menjadi bagian dari proses experiential learning yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjembatani pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik administrasi publik dan tata kelola kelembagaan.
Selama kegiatan, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai proses administrasi, koordinasi, pelayanan, pengelolaan sumber daya manusia, hingga tata kelola kelembagaan dalam bidang kesejahteraan sosial. Para mahasiswa juga ditempatkan di sejumlah bidang sehingga memperoleh pengalaman kerja yang beragam.
Pembimbing Lapangan BBPPKS Makassar, Herni July Tumimomor, A.Md., mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa Ilmu Administrasi Publik Unhas. Menurut dia, para mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja dan menjalankan tugas yang diberikan dengan baik.
“Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa Ilmu Administrasi Publik Unhas di sini. Mereka dapat menjalankan tugas dengan baik dan ditempatkan di berbagai bidang. Kami juga puas dengan kemampuan yang ditunjukkan mahasiswa selama menjalani magang,” kata Herni saat penarikan mahasiswa, Senin.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa di berbagai bidang memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami proses kerja organisasi secara lebih luas sekaligus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Bagi mahasiswa, pengalaman selama dua bulan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana konsep organisasi, kebijakan publik, manajemen publik, dan governansi diterapkan dalam aktivitas kelembagaan sehari-hari.
Salah satu peserta magang, Andi Muttiara Mattalatta, mengatakan pengalaman di BBPPKS Makassar memberikan pemahaman yang tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga proses menerjemahkan teori yang diperoleh di ruang perkuliahan ke dalam praktik.
“Dua bulan bukan sekadar tentang menyelesaikan masa magang, tetapi tentang mengubah teori menjadi pengalaman, pengalaman menjadi refleksi, dan refleksi menjadi kompetensi,” kata Muttiara.
Menurut dia, keterlibatan langsung dalam lingkungan kerja membuat mahasiswa memahami bahwa pelaksanaan administrasi publik tidak selalu berlangsung sesederhana konsep yang dipelajari dalam perkuliahan. Di dalamnya terdapat proses koordinasi, komunikasi, pembagian peran, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika organisasi.
Program magang tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi akademik dan profesional, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai praktik governansi dan penyelenggaraan administrasi publik di lingkungan pemerintahan.
Pengalaman lapangan juga menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa untuk menghubungkan teori, praktik, dan refleksi sebagai bekal menghadapi dunia kerja serta pengembangan keilmuan administrasi publik.







































