Matakita.co, Makassar – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan dialog dengan jajaran pimpinan universitas menyusul aksi yang digelar di depan Menara Pinisi UNM, Senin (24/8/2026).
Aksi mahasiswa tersebut diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I), Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR III), serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama (WR IV) UNM. Pertemuan kemudian dilanjutkan melalui dialog antara mahasiswa dan pimpinan universitas untuk membahas sejumlah aspirasi yang disampaikan dalam aksi.
Salah satu isu yang mengemuka dalam dialog berkaitan dengan sistem perkuliahan, kondisi sarana dan prasarana, serta penyelesaian persoalan akademik mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Andi Aslinda, mengatakan pelaksanaan perkuliahan perlu mempertimbangkan kondisi fasilitas kampus. Menurut dia, ketentuan mengenai pembelajaran memberikan ruang penyesuaian berdasarkan kondisi yang dihadapi perguruan tinggi.
“Di dalam peraturan menteri memang ada disampaikan, disesuaikan dengan kondisi. Kalau memang fasilitas kita bagus, untuk apa ada daring? Tapi kalau fasilitas kita belum memadai, karena tadi disampaikan ada renovasi,” kata Prof. Andi Aslinda dalam dialog tersebut.
Ia juga mempertanyakan adanya mahasiswa yang menjalani perkuliahan secara daring lebih dari 30 persen. Menurut Prof. Andi Aslinda, persoalan tersebut tidak terlepas dari ketersediaan fasilitas perkuliahan yang masih dalam proses pembenahan di sejumlah fakultas.
Prof. Andi Aslinda menyebut salah satu perbaikan sarana sedang berlangsung di Fakultas Ekonomi. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan mengapa perkuliahan belum sepenuhnya dapat dilaksanakan secara tatap muka.
Meski demikian, ia menegaskan kualitas pembelajaran mahasiswa harus tetap menjadi perhatian utama.
“Jangan ada yang tidak dapat ilmu yang bagus,” ujarnya.
Prof. Andi Aslinda juga meminta adanya kepastian mengenai penyelesaian renovasi dan kesiapan fasilitas agar mahasiswa mengetahui kapan sarana perkuliahan dapat kembali digunakan secara optimal.
Buka Ruang Penyelesaian Masalah Akademik
Dalam dialog dengan mahasiswa, Prof. Andi Aslinda juga meminta mahasiswa yang mengalami persoalan akademik untuk menyampaikannya kepada pihak universitas agar dapat dicarikan penyelesaian.
“Kalau ada yang bermasalah dengan akademiknya, coba sampaikan ke saya,” kata Prof. Andi Aslinda.
Ia meminta Presiden BEM dan perwakilan mahasiswa di setiap fakultas mengidentifikasi mahasiswa yang masih menghadapi kendala akademik.
“Coba identifikasi mahasiswa yang memiliki masalah akademik apa pun. Apa pun itu saya akan bantu anak-anakku, yang penting terkait dengan akademik,” ujarnya.
Perhatian khusus diberikan kepada mahasiswa angkatan 2020. Prof. Andi Aslinda meminta persoalan yang menghambat penyelesaian studi mahasiswa angkatan tersebut segera didata dan disampaikan kepada pimpinan universitas.
“Saya minta kepada teman-teman, kepada Presiden BEM, semua fakultas, coba disampaikan siapa yang menjadi masalah, apa yang menjadi masalah di angkatan 2020, supaya kita bantu, supaya bisa selesai,” katanya.
Menurut dia, penyelesaian persoalan tersebut penting agar mahasiswa angkatan 2020 tidak menghadapi kendala lebih lanjut terkait masa studi.
“Jadi apa pun itu, anak-anakku semuanya yang terkait dengan akademik, datanglah ke saya,” ujarnya.
Kegiatan Mahasiswa Harus Berdampak
Prof. Andi Aslinda turut menanggapi persoalan rekomendasi dan regulasi kegiatan mahasiswa. Ia meminta aturan yang diberlakukan di lingkungan kampus tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak dibuat tanpa dasar yang jelas.
Menurut dia, berbagai ketentuan dapat dievaluasi dan diperbaiki apabila ditemukan persoalan dalam penerapannya. Ia juga menekankan kegiatan mahasiswa harus memberikan manfaat nyata dan tidak sekadar memenuhi aspek administratif.
“Sekarang itu kegiatan harus berdampak,” kata Prof. Andi Aslinda.
Dialog yang dihadiri WR I, WR III, dan WR IV tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan pimpinan UNM untuk membahas aspirasi yang disampaikan dalam aksi. Persoalan terkait sistem perkuliahan, fasilitas kampus, hingga kendala akademik mahasiswa menjadi bagian yang dibahas untuk ditindaklanjuti oleh pihak universitas.







































