Beranda Kampus Dansatbrimob Polda Kepulauan Riau Arief Doddy Suryawan Raih Doktor Bidang Administrasi Publik...

Dansatbrimob Polda Kepulauan Riau Arief Doddy Suryawan Raih Doktor Bidang Administrasi Publik di Unhas

0

Matakita.co, Makassar – Arief Doddy Suryawan menjalani Ujian Akhir Disertasi Program Studi Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas). Ujian akhir disertasi berlangsung di Aula Prof. Syukur Abdullah, lantai 3 FISIP Unhas, Makassar. Senin (24/8/2026).

Dalam ujian tersebut, Arief mempertahankan disertasi berjudul “Capacity Building pada Brigade Mobile (Brimob) Polda Sulawesi Selatan.” Ujian tersebut menghadirkan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum. sebagai penguji eksternal. Kehadiran Wakapolda Sulsel sebagai penguji eksternal relevan dengan fokus penelitian Arief yang mengkaji pengembangan kapasitas personel Brimob Polda Sulsel.

Selain Wakapolda Sulsel, tim penguji terdiri atas Prof. Dr. H. Muh. Akmal Ibrahim, M.Si., Prof. Dr. Hasniati, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si., Prof. Dr. Phil. Sukri, S.I.P., M.Si., serta Dr. Muh. Tang Abdullah, S.Sos., M.AP.

Prof. Akmal Ibrahim bertindak sebagai promotor dan Prof. Hasniati sebagai ko-promotor. Sementara itu, Prof. Andi Alimuddin Unde, Prof. Phil. Sukri, dan Muh. Tang Abdullah menjadi penguji internal. Arief mengatakan tim penguji memberikan berbagai masukan konstruktif dalam penyempurnaan disertasinya.

Ujian tutup yang dirangkaikan dengan yudisium doktor ini turut dihadiri Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H berserta jajarannya serta kerabat.

Perjalanan Studi di Tengah Dinamika Penugasan

Dalam testimoninya, Arief mengatakan penyelesaian pendidikan doktor merupakan perjalanan panjang yang dijalani di tengah dinamika tugas sebagai anggota Polri.

Ketika memulai studi, Arief masih menjabat Kapolres Bone. Sekitar setahun kemudian, ia harus berpindah tugas. Saat ini bertugas di Polda Kepulauan Riau. Perpindahan tersebut membuat jarak dan kesempatan berdiskusi menjadi salah satu tantangan dalam menyelesaikan pendidikan doktor.

Saat ini, Arief tercatat menjabat sebagai Dansatbrimob Polda Kepulauan Riau (KEPRI) sejak 2025. Sebelumnya, pada 2024 ia bertugas sebagai Kasubbagbinkar Bag SDM Rorenminops Korbrimob Polri.

Perjalanan karier Arief cukup banyak bersinggungan dengan Korps Brimob. Ia pernah menjadi Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur pada 2020 dan Kabagbinsis Pusdik Brimob Lemdiklat Polri pada 2019. Jauh sebelumnya, ia juga pernah bertugas sebagai Kasubden I Den A Pelopor Satbrimob Polda Papua.

Selain pengalaman di lingkungan Brimob, Arief pernah menduduki sejumlah jabatan kewilayahan. Ia tercatat pernah menjadi Kapolsek Abepura, kemudian Kapolres Enrekang pada 2021 dan Kapolres Bone pada 2022.

Berangkat dari Pengalaman di Brimob

Arief mengatakan penelitian mengenai capacity building Brimob bukan semata-mata berangkat dari kepentingan akademik. Topik tersebut lahir dari pengalaman dan kegelisahannya selama menjalani berbagai penugasan di lingkungan Brimob.

Pengalaman tersebut membuatnya tertarik memberikan kontribusi pemikiran melalui riset untuk mendukung pengembangan korps. Menurut Arief, personel Brimob menghadapi tantangan yang membutuhkan perhatian, baik menyangkut kesiapan fisik dan mental maupun dukungan kesejahteraan, mengingat tugas yang diemban memiliki risiko tinggi.

“Penelitian yang mengangkat capacity building pada Brimob Polda Sulsel merupakan bagian dari kegelisahan saya selama bertugas,” ujar Arief.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa capacity building Brimob telah dilaksanakan melalui tiga dimensi utama, yakni pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi, dan reformasi kelembagaan. Namun, pengembangan kapasitas tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan, di antaranya keterbatasan personel, kesejahteraan berbasis risiko, pengembangan karier, serta akses pendidikan.

Tawarkan Integrated Capacity Building Model

Dari penelitian tersebut, Arief menghasilkan kebaruan berupa Integrated Capacity Building Model. Model tersebut mengintegrasikan capacity building, kepemimpinan transformasional, dan motivasi intrinsik.

Penelitian Arief juga menghasilkan Capacity Acceleration Policy, yakni gagasan kebijakan percepatan yang mencakup akselerasi rekrutmen, kenaikan pangkat, tunjangan, dan pendidikan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mempercepat terwujudnya personel Brimob yang profesional dan adaptif.

Ia berharap hasil penelitian doktornya tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat menjadi salah satu masukan dalam pengembangan institusi Polri, khususnya Korps Brimob.

“Kami berharap temuan ini dapat diterapkan di institusi kepolisian, khususnya pada satuan Brimob. Hal ini penting untuk meningkatkan kapasitas Brimob dalam menghadapi permasalahan masyarakat yang semakin kompleks,” ujarnya.

Pada akhir testimoninya, Arief menyampaikan terima kasih kepada keluarga, promotor, tim penguji, serta berbagai pihak yang mendukung perjalanan akademiknya. Ia berharap pencapaian pendidikan doktor tersebut dapat meningkatkan kontribusi dan kemanfaatannya bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara.

Facebook Comments Box