MataKita.co, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) mengukuhkan lima guru besar dari tiga fakultas dalam Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas, Rabu (26/8/2026).
Upacara pengukuhan sekaligus penerimaan anggota Dewan Profesor tersebut berlangsung di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, mulai pukul 08.00 WITA.
Lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kehutanan, dan Fakultas Ilmu Budaya.
Mereka adalah Prof. Dr. drg. Maria Tanumi Hardja, MDSc., Guru Besar Bidang Ilmu Konservasi Gigi dan Mikrobiologi Endodontik Fakultas Kedokteran Gigi; Prof. Dr. Asdar, drg., M.Kes., Guru Besar Bidang Ilmu Periodontologi Fakultas Kedokteran Gigi; serta Prof. Dr. Juni Jekti Nugroho, drg., SpKG SubSp KE., Guru Besar Bidang Ilmu Biomaterial Endodontik Fakultas Kedokteran Gigi.
Selain itu, Prof. Dr. Ir. Budiaman, M.P., IPU., dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Serangga Hutan-Lebah Madu Fakultas Kehutanan dan Prof. Dra. Herawaty Abbas, M.Hum., M.A., Ph.D., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kesusastraan Fakultas Ilmu Budaya.
Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. atau Prof. JJ mengatakan, pengukuhan guru besar bukan sekadar pencapaian jenjang akademik tertinggi. Jabatan tersebut juga membawa tanggung jawab untuk terus menghasilkan karya serta berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Menurut dia, para guru besar diharapkan memperkuat budaya keilmuan di lingkungan Unhas sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk melalui kajian interdisiplin dan pertukaran gagasan antarcabang ilmu.
“Jabatan guru besar merupakan tanggung jawab untuk terus meningkatkan produktivitas akademik dan memberikan kontribusi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta inovasi. Setelah menjadi guru besar, jangan berhenti berkarya. Justru setelah mencapai jabatan guru besar, produktivitas kita harus semakin meningkat,” kata Prof. JJ.
Ia menilai, bertambahnya jumlah guru besar akan memperbesar peluang Unhas memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui penelitian, inovasi, dan berbagai karya akademik.
Karena itu, Prof. JJ mendorong para guru besar menjadi pelopor peningkatan kualitas publikasi ilmiah Unhas, terutama pada jurnal internasional bereputasi.
“Saya berharap para guru besar yang dikukuhkan dapat mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem akademik yang produktif dan kolaboratif serta memperluas kontribusi Unhas bagi masyarakat,” ujarnya.
Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas tersebut dihadiri Rektor Unhas, Ketua, Sekretaris, dan anggota Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, tamu undangan, serta keluarga para guru besar yang dikukuhkan.
Prosesi pengukuhan juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Unhas TV.







































