
Matakita.co, Gorontalo – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., menilai pendidikan dan penguatan ilmu pengetahuan menjadi bagian penting dalam membangun peradaban bangsa.
Hal tersebut disampaikan Dzulfikar saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pemuda Muhammadiyah Gorontalo bertema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Gorontalo Jaya” yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Rabu (9/9/2026), di Aula Lantai 5 Kedokteran UMGO.
Dalam kesempatan tersebut, Dzulfikar melihat keberadaan UMGO sebagai salah satu wujud nyata kontribusi Muhammadiyah dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut menjadi pelaku perubahan, tetapi juga harus memiliki fondasi ilmu yang kuat.
“Generasi muda memiliki tugas membangun peradaban, termasuk melalui peradaban ilmu,” tegasnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen UMGO dalam memperkuat pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Gorontalo. Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan masa depan daerah.
“Kampus ini milik kita bersama. Mari kita bangun daerah ini dari pendidikan untuk masa depan, terutama menyambut Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Rektor juga menyoroti perkembangan UMGO
yang terus bertumbuh dengan hadirnya berbagai fakultas dan fasilitas pendidikan, termasuk Fakultas Kedokteran. Menurutnya, perkembangan tersebut harus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
Tidak hanya berbicara tentang pendidikan, Rektor juga memberikan pesan khusus kepada kader Pemuda Muhammadiyah agar mempersiapkan diri menjadi generasi penerus.
“Kampus ke depan ada di tangan Pemuda Muhammadiyah. Maka siapkan diri Anda untuk estafet kepemimpinan di masa yang akan datang,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, M.H., menyambut baik pelaksanaan Rapimwil serta kehadiran Dzulfikar Ahmad Tawalla di Gorontalo. Ia menilai kehadiran sosok muda yang mendapat amanah sebagai Wakil Menteri dapat menjadi motivasi bagi kader Pemuda Muhammadiyah untuk berani mengambil peran lebih besar.
“Jangan takut bermimpi besar untuk Gorontalo. Jangan merasa kita daerah kecil. Gorontalo memiliki SDA, SDM, kekayaan budaya dan berbagai potensi lainnya,” ujarnya.
Idah juga mendorong Pemuda Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kapasitas, wawasan, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman dengan tetap berpijak pada nilai agama, ideologi, adat, dan budaya.
Rapimwil turut dihadiri Ketua PWM Gorontalo Dr. Sabara Karim Ngou, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Gorontalo Ir. Hj. Nikma Paneo, M.Si., Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Gorontalo Zainuddin, M.AP., jajaran OPD, pimpinan Muhammadiyah dan organisasi otonom Muhammadiyah, serta peserta Rapimwil.
Melalui forum tersebut, Pemuda Muhammadiyah Gorontalo diharapkan semakin memperkuat peran kader dan gerakan dalam bidang pendidikan, kepemudaan, serta pengabdian untuk mendorong kemajuan Gorontalo.







































