Beranda Kampus Fapet Unhas Manfaatkan Ayam Alope untuk Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas

Fapet Unhas Manfaatkan Ayam Alope untuk Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas

0

MataKita.co, Makassar — Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Fapet Unhas) mengembangkan program urban farming terintegrasi berbasis Ayam Alope Unhas-1 sebagai sarana pemberdayaan penyandang disabilitas. Program ini dirancang untuk menghadirkan aktivitas produktif sekaligus mendorong kemandirian peserta.

Dalam program tersebut, penyandang disabilitas dilibatkan langsung dalam kegiatan pemeliharaan ternak dan tanaman. Aktivitasnya meliputi pemberian pakan dan minum ayam, pemantauan kondisi ternak, perawatan dan penyiraman tanaman, hingga menjaga kebersihan area farming.

Perwakilan Tim Low Carbon Development Initiative-Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF) Fapet Unhas, Dr. Ir. Zulkharnaim, S.Pt., M.Si., IPM., mengatakan, aktivitas tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.

Menurut dia, kegiatan farming tidak hanya berpotensi menghasilkan pangan dan nilai ekonomi, tetapi juga dapat melatih konsentrasi, koordinasi, tanggung jawab, serta kemandirian penyandang disabilitas.

“Bagi penyandang disabilitas, farming menyediakan aktivitas rutin yang produktif dan dapat disesuaikan dengan kemampuan. Bagi pendamping, hasil dari aktivitas farming dapat dikelola untuk mendukung keberlanjutan program serta menciptakan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan,” kata Zulkharnaim.

Dalam program ini, Fapet Unhas memanfaatkan Ayam Alope Unhas-1 karena dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan tropis dan cocok dikembangkan melalui sistem urban farming di lahan terbatas.

“Ibaratnya, kita memelihara ayam broiler yang efisien pemeliharaannya, tetapi dengan rasa ayam kampung. Ayam Alope juga merupakan hasil gabungan genetik ayam asli di Sulawesi, sehingga ketahanannya terhadap lingkungan, khususnya saat panas, tidak diragukan lagi,” ujarnya.

Konsep urban farming terintegrasi tersebut menggabungkan pemeliharaan ayam dan tanaman dalam satu sistem. Model ini memungkinkan pemanfaatan ruang dan sumber daya secara lebih efisien, termasuk pengelolaan hasil samping dan limbah organik.

Program ini sekaligus menempatkan penyandang disabilitas bukan semata sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai pelaku yang terlibat dalam proses produksi, pembelajaran, dan pengelolaan lingkungan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas peserta agar lebih mandiri secara sosial maupun ekonomi.

Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, melalui penguatan inklusi dan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Sosialisasi Program Urban Farming Terintegrasi Ayam Alope Unhas-1 dilaksanakan Tim LCDI-ITF Fapet Unhas di Sentra Wijaya Makassar, Jumat (11/9/2026).

Facebook Comments Box