MataKita.co, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) merilis hasil survei bertajuk “Suara Indonesia Timur: Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto”. Survei yang melibatkan 900 responden ini memetakan persepsi masyarakat di kawasan timur Indonesia terhadap pemerintahan, demokrasi, serta berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Hasil survei tersebut dipaparkan dalam diskusi yang diselenggarakan Pusat Litbang Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, di Hotel Unhas, Makassar, Rabu (21/10/2026).
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, mengatakan survei opini publik memiliki peran penting dalam memastikan aspirasi masyarakat menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
Menurut dia, pengukuran opini publik perlu memperhatikan keterwakilan wilayah, mengingat keragaman karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi masyarakat Indonesia.
“Unhas mengambil peran untuk menghadirkan suara khusus dari kawasan timur Indonesia. Kita ingin aspirasi masyarakat di wilayah ini terdengar secara spesifik dan tidak tenggelam dalam agregasi suara dari wilayah dengan populasi yang lebih besar,” kata Jamaluddin Jompa yang akrab disapa Prof JJ.
Ia menekankan pentingnya penggunaan metode ilmiah dalam pelaksanaan survei agar data yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian diharapkan menjadi salah satu rujukan dalam memahami kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Libatkan 900 responden
Kepala Pusat Penelitian Opini Publik Unhas, Prof. Dr. Ir. Mujahidin, M.Tdev., menjelaskan bahwa survei dilakukan pada 23 September hingga 9 Oktober 2026 dengan melibatkan 900 responden yang tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon menggunakan kuesioner terstruktur. Survei dirancang dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan menggunakan metode pengambilan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan distribusi responden secara proporsional berdasarkan wilayah.
Sulawesi Selatan menjadi wilayah dengan proporsi responden terbesar, yakni 16 persen. Selanjutnya, Nusa Tenggara Timur sebesar 10 persen, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Barat masing-masing 9,4 persen, serta Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan masing-masing 7 persen.
Adapun Sulawesi Tengah menyumbang 5,5 persen responden, sedangkan Kalimantan Utara sebesar 1,1 persen. Berdasarkan jenis kelamin, responden terdiri atas 51,2 persen perempuan dan 48,8 persen laki-laki.
Mujahidin mengatakan, keragaman karakteristik masyarakat Indonesia timur menjadi alasan pentingnya survei yang secara khusus memotret pandangan masyarakat di kawasan tersebut.
“Rancangan survei tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai pandangan masyarakat di kawasan timur Indonesia terhadap berbagai isu pemerintahan, demokrasi, serta kondisi sosial.








































