Matakita.co, Maros – Pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) mulai diperkenalkan kepada guru sebagai salah satu alternatif untuk mengembangkan bahan ajar digital yang lebih interaktif.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pelatihan pembuatan modul ajar digital berbasis AR bagi guru di UPTD SMPN 13 Bontoa, Kabupaten Maros pada tanggal 10 Juni 2026.
Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang bahan ajar digital sekaligus memanfaatkan teknologi untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran.
Tim PKM UNM diketuai Prof. Dr. Rahmatullah, S.Pd., M.E., Guru Besar Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNM. Kegiatan ini juga melibatkan Dr. Inanna, S.Pd., M.Pd., dan Syamsu Rijal, S.E., M.Si., Ph.D.
Rahmatullah mengatakan, perkembangan teknologi AR memberikan peluang bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan kontekstual. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memvisualisasikan materi yang sulit dipahami apabila hanya disampaikan melalui teks atau gambar konvensional.
Menurut dia, penggunaan AR memungkinkan sejumlah materi yang bersifat abstrak ditampilkan secara lebih konkret sehingga dapat membantu meningkatkan pemahaman sekaligus ketertarikan siswa terhadap materi pembelajaran.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, para guru tidak hanya memahami konsep dasar Augmented Reality, tetapi juga mampu secara mandiri merancang dan mengaplikasikan modul ajar digital berbasis AR dalam proses pembelajaran di kelas,” kata Rahmatullah.
Dalam pelatihan tersebut, para guru diperkenalkan dengan konsep dasar AR dan sejumlah aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat konten pembelajaran berbasis teknologi tersebut.
Peserta kemudian mengikuti praktik penyusunan modul ajar digital yang dapat diintegrasikan dengan objek AR sederhana. Pendampingan dilakukan oleh tim PKM UNM selama proses penyusunan dan pengembangan bahan ajar.
Kepala UPTD SMPN 13 Bontoa, Hj. Nur Asiah, S.S., mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran.
Menurut dia, penguasaan teknologi menjadi semakin penting karena guru tidak hanya dituntut memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu mengembangkan metode penyampaian yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan oleh tim dari UNM untuk melaksanakan kegiatan ini di sekolah kami. Semoga ilmu dan keterampilan yang diperoleh para guru dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari,” ujar Nur Asiah.
Para guru diharapkan dapat melanjutkan pengembangan modul ajar berbasis AR setelah pelatihan selesai. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, dosen UNM mendampingi guru dalam mengembangkan kompetensi pembelajaran digital sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi di sekolah.








































