Beranda Lensa LPM Penalaran UNM Perkuat Regenerasi Peneliti Muda Melalui Pelatihan Metodologi Penelitian XXIX

LPM Penalaran UNM Perkuat Regenerasi Peneliti Muda Melalui Pelatihan Metodologi Penelitian XXIX

0

MataKita.co, Makassar – Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak peneliti muda yang berdaya saing melalui Pelatihan Metodologi Penelitian (PMP) XXIX. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, 11–14 Juni 2026, di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Mengusung tema “Membentuk Generasi Resiliensi yang Berintegrasi dalam Manifestasi Riset dan Keorganisasian”, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai penelitian sekaligus memperkuat kemampuan metodologi penelitian peserta sebagai bekal dalam menjalankan aktivitas akademik dan organisasi.

Ketua Panitia PMP XXIX, Ashabul Zikra, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya regenerasi kader yang dilakukan secara berkelanjutan oleh LPM Penalaran UNM.

“PMP merupakan bagian penting dari strategi regenerasi kader yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat melahirkan generasi peneliti muda yang unggul, memiliki semangat pengabdian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta mampu memberikan kontribusi nyata sesuai dengan arah dan visi lembaga,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas metodologis menjadi fondasi penting dalam membangun budaya riset di kalangan mahasiswa. Karena itu, peserta tidak hanya dibekali dengan pemahaman teoritis, tetapi juga diarahkan untuk memiliki sikap kritis dan kemampuan analitis dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

Ketua Umum LPM Penalaran UNM, Muhammad Ammar Latif, menambahkan bahwa Pelatihan Metodologi Penelitian merupakan langkah strategis dalam menjaga kesinambungan kaderisasi sekaligus memperkuat identitas lembaga sebagai ruang pengembangan keilmuan mahasiswa.

“PMP menjadi langkah strategis dalam regenerasi kader. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan peneliti muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi terhadap pengembangan riset serta selaras dengan visi lembaga,” kata Ammar.

Ia menilai, penguatan kemampuan penelitian di kalangan mahasiswa menjadi kebutuhan penting di tengah tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin dinamis. Melalui pelatihan tersebut, LPM Penalaran UNM berupaya menumbuhkan generasi yang tangguh, adaptif, dan mampu mengintegrasikan semangat keorganisasian dengan budaya riset sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Facebook Comments Box